Dukung Riset, Saudi Kirim Atlas Makkah untuk AS dan Inggris
Kamis , 21 Mar 2019, 16:59 WIB

Dar Yasin/AP
Ratusan ribu jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf wada di Masjid Haram, Makkah, Kamis (23/8) waktu setempat. Selanjutnya mereka berangsur-angsur akan kembali ke tanah air masing

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Yayasan Raja Abdul Aziz untuk Penelitian dan Arsip (Darah) mengirim salinan dari ilustrasi atlas Makkah dan situs suci dalam bahasa Arab dan Inggris ke Museum Inggris dan Perpustakaan Kongres Amerika Serikat.

Baca Juga:

Ilustrasi atlas Makkah dan situs-situs suci tersebut akan menjadi sumber daya bagi para ilmuwan dan peneliti. 

Dilansir dari Arab News, Kamis (21/3), atlas setebal 325 halaman ini mendokumentasikan sejarah Makkah dan Dua Masjid Suci dengan menggunakan foto dan teks. 

Atlas ini telah menjadi sumber penelitian sejak dirilis 16 tahun lalu. Selain itu, atlas tersebut juga menampilkan tulisan-tulisan bersejarah dari para jamaah Arab dan asing.  

Atlas ini dibuat sebagai bagian dari dukungan Darah untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan sejarah Islam secara umum dan sejarah Makkah secara khusus. 

Atlas ini tersedia di situs resmi Darah dan di berbagai pameran buku, termasuk Pameran Buku Internasional Riyadh. 

Publikasi atlas ditulis bersama oleh Dr Miraj Nawab Mirza dan Dr Abdullah Saleh Shawesh. 

Publikasi tersebut terdiri dari enam unit, di dalamnya termasuk Makkah di mata pelukis Muslim dan Barat, foto dan ilustrasi awal, dan Masjid al Haram serta Makkah di zaman Raja Abdul Aziz dan putra-putranya. 

Selain itu, atlas ini juga berisi suplemen sejarah tentang perkembangan fotografi sejak ditemukannya kamar gelap (dark room) hingga munculnya 'dry film', yang dikembangkan menjadi kamera digital pada 1991.  

Atlas adalah publikasi pertama yang menyertakan ilustrasi awal dan foto Makkah. 

Berita Terkait

Foto tersebut diambil fotografer Muslim lokal dan internasional. Selain itu, atlas tersebut juga mendokumentasikan fondasi layanan yang disediakan negara modern Saudi sejak masa pemerintahan Raja Abdul Aziz. 

Hal tersebut seperti membuka jalan menuju Makkah, menyediakan air bagi jamaah, menerangi Masjid Al Haram, mengatapi Masa'a (lokasi sai), membuat kiswah dan pintu Ka'bah, serta membangun jam Makkah. 

Redaktur : Nashih Nashrullah
Reporter : Kiki Sakinah
BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA