Agen Perjalanan Swasta Pakistan Turunkan Biaya Haji
Sabtu , 09 Feb 2019, 13:03 WIB

The Express Tribune
Calon jamaah haji Pakistan

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Operator tur swasta di Pakistan memutuskan menurunkan tarif paket haji 2019, Jumat (8/2). Keputusan itu membuat tarif paket haji lebih murah daripada biaya di bawah skema pemerintah.

Dilansir di The Express Tribune, Sabtu (9/2), sebagai hasil dari keputusan tersebut, biaya sementara paket haji pribadi sebesar 380 ribu rupee (sekitar Rp 74 juta). Seorang perwakilan dari asosiasi operator tur swasta menyatakan pemerintah menjadikan pajak dan kenaikan nilai tukar mata uang sebagai penyebab naiknnya biaya penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami akan menyediakan paket haji yang lebih murah jika pemerintah mempercayakan tugas tersebut kepada kami,” kata dia.

Pada Januari, Kebijakan Haji 2019 mengusulkan peningkatan sebesar 156.975 rupee (sekitar Rp 30 juta). Menurut Kebijakan Haji 2019, biaya ibadah haji di wilayah utara dan selatan, masing-masing meningkat sebesar 56 persen dan 58 persen.

Komite Tetap Senat untuk Urusan Agama dan Harmoni Antaragama beralasan peningkatan biaya haji disebabkan nilai tukar rupee dan harga tiket pesawat yang tinggi. Menurut Kebijakan Haji 2019 baru, biaya ibadah haji untuk wilayah selatan sebesar 426 ribu rupee (sekitar Rp 83 juta) meningkat dari 270 ribu rupee (sekitar Rp 52 juta) pada 2018. Selain itu, calon jamaah haji dari daerah utara dikenai kenaikan sebesar 156 ribu rupee (sekitar Rp 30 juta). Sehingga, biaya ibadah haji menjadi 436 ribu rupee (sekitar Rp 85 juta) dari 280 ribu rupee (sekitar Rp 54 juta).

Departemen Keuangan Pakistan menjelaskan saat ini situasi ekonomi negara tersebut tidak memungkinkan memberikan subsidi haji. Kementerian Keuangan menjelaskan anggaran sebanyak 8,15 miliar rupee (sekitar Rp 1,58 triliun) harus diberikan pada calhaj di bawah skema pemerintah. Apabila subsidi juga diberikan pada calhaj di bawah skema swasta, maka beban keuangan negera menjadi 14 miliar rupee (sekitar Rp 2,7 triliun).

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Umi Nur Fadhilah

BERITA LAINNYA