Biaya Haji 2019 Diumumkan Besok
Ahad , 03 Feb 2019, 15:57 WIB

Dar Yasin/AP
Jamaah haji dari berbagai negara meninggalkan Mina setelah melempar jumrah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019, Ace Hasan Syadzily mengatakan akan menggelar rapat bersama Panja Kementerian Agama (Kemenag) di Gedung DPR, Senin (4/2). Menurut dia, rapat tersebut digelar untuk menetapkan besaran biaya haji 2019.

Baca Juga:

"Insya Allah kalau tidak ada halangan besok Senin kita akan rapat dengan Panja dari pemerintah dan kemungkinan akan diumumkan bersama dengan Menteri Agama," ujar Ace saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (3/2).

Namun, Ace belum bisa memastikan kenaikan BPIH 2019 karena sampai saat ini pemerintah Indonesia masih terus menegosiasikan besaran komponen pembiayaan haji. "Yang jelas BPIH akan diumumkan besok. Tapi soal apakah naik atau tidak kan masih kita terus negosiasikan sampai sekarang. Karena kan pembiayaan haji itu semakin hari semakin tinggi," ucap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Menurut Ace, meskipun nantinya ada kenaikan untuk BPIH 2019, kemungkinan kenaikannya tidak besar. Ace berharap, kenaikan BPIH 2019 tidak lebih dari Rp 1 juta, sehingga tidak memberatkan calon jamaah haji Indonesia.

"Saya berharap tidak memberatkan jamaah kenaikannya tersebut. Jadi kalaupun juga terjadi kenaikan tidak lebih misalnya dari satu juta kenaikannya itu," katanya.

Sebelumnya, iaa telah melakukan kunjungan ke Tanah Suci untuk memastikan beberapa komponen yang paling banyak memakan pembiayaan, seperti pemondokan, akomodasi dan katering. Menurut dia, salah satu yang mengalami kenaikan pembiayaan adalah naqabah, yaitu biaya transportasi selama di Arab Saudi

"Sejauh yang kami lihat memang proses pembiayaan untuk tahun haji sekarang ini memang kami menyaksikan adanya kenaikan yang disamapaikan oleh pemerintah Arab Saudi sendiri, yaitu kenaikan naqabah yang sampai 10 persen," ujarnya.

Selain naqabah, menurut dia, juga ada beberapa hal yang kemungkinan terjadi kenaikan karena adanya upgrade AC di Armina untuk jamaah haji. Kemudian, kenaikan juga terjadi di bidang katering lantaran adanya penambahan makanan untuk jamaah haji.

Dia mengatakan, saat ini ia sedang mendesak Kemenag menyediakan katering pada saat menjelang wukuf di Arafah. Sebelumnya jamaah Indonesia tidak mendapatkan makan pada saat tiga hari menjelang wukuf di Arafah.

"Tapi kita sekarang ini lagi mendesak justru pada saat menjelang puncak haji itu jamaah harus mendapatkan supaya stamina tetap terjaga. Upaya-upaya itu terus dilakukan karena memang ibadah haji tahun ini kita menginginkan supaya kualitasnya semakin baik," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman memperkirakan ada kemungkinan terjadi penurunan kembali BPIH 2019 dalam mata uang USD dibanding tahun lalu. Namun, menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, kenaikan harga jual avtur (bahan bakar pesawat), dan kebijakan Pemerintah Arab Saudi meningkatkan biaya transportasi darat dalam skema biaya layanan umum (general service fee) sebesar 330 riyal, akan sangat berpengaruh dalam menaikkan BPIH 2019 dalam mata uang rupiah.

“Pemerintah, DPR, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus membahas biaya haji 2019 dalam batasan kewajaran,” ucap Ramadhan dikutip dari laman resmi Kemenag.

BPIH Indonesia memang lebih tinggi dari biaya haji Malaysia. Namun, menurut dia, sebenarnya lebih murah karena dari biaya yang dibayarkan jamaah, ada 400 dolar atau setara 1.500 riyal yang dikembalikan lagi kepada setiap jamaah sebagai biaya hidup di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jamaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup. Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jamaah yang akan berangkat akan menerima kembali living cost sebesar 1.500 riyal,” ujar Ramadhan.

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Muhyiddin

BERITA LAINNYA