Saran Kanwil Kemenag Riau Soal FVS Tasheel
Jumat , 21 Dec 2018, 23:19 WIB

dok. Himpuh
Suasana pengurusan rekam biometrik di kantor VFS Tasheel.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Riau telah melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke FVS Tasheel Pekanbaru di Jalan Adi Sucipto No 1 Pekanbaru, Provinsi Riau. Dari hasil sidak itu Kementerian Agama Riau memberikan beberapa masukan untuk dijalankan operator FVS Tasheel.

“Kita menyarankan kepada penyedia jasa rekam biometrik, karena kita wilayah Riau ini adalah wilayah Kepulan dan Daratan, kalau untuk daratan mungkin harus ada satu kantor FVS Tasheel dan Kepulau buat lagi kantor FVS Tasheel untuk pelayana,” kata Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kementerian Agama Riau H Abdul Wahid, saat berbincang dengan Republika, Jumat (21/12).

Saran lain kata Abdul Wahid jika pemerintah Saudi tidak bisa menyedikan kantor VFS Tasheel untuk setiap wilayah Kepulauan dan Daratan maka pemerintah Saudi harus menerjunkan petugas di VFS Tashel untuk mendatangi daerah-daerah di Pekanbaru Riau.

“Atau dengan solusi lain jamaah di beberapa kabupaten yang lokasinya sama dikumpulkan dengan jumlah minimal 100 atau 150 orang mereka (operator VFS Tasheel) yang datang kesana dan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) harus siap untuk memberikan biaya tambah daripada jamaah mereka harus dibawa ke Pekanbaru,” katanya.

Jadi kata Abdul Wahid sistem kerjanya petugas VFS Tasheel itu jemput bola. Karena kata dia, Riau itu memiliki 12 Kabupaten dan Kota maka calon jamaah umrah tidak datang lagi ke Pekanbaru tempat kantor VFS Tasheel berada. Akan tetapi jamaah dikordinasi menunggu di satu daerah yang mudah terjangkau oleh  pengguna jasa biometrik dan penyedia layanan biometrik.

“Jadi tidak mesti menyediakan kantor, kalau bisa dan memungkinkan silahkan menyedikan kantor tapi kalau bisa jamaah tidak datang ke Pekanbaru tapi pelayanannya (SDM) yang datang ke sana (Bengkalis, Meranti, Rokanhilir, Dumai Inhil, Inhu, Kuansing, Pelalawan),” katanya.

Dan yang terpeting dari sidak itu penyedia jasa layanan biometrik, kata Abdul Wahid Pertama harus ditambah Sumber Daya Manusia (SDM), Kedua tempat pelayanannya perlu yang representatif seperti ruangan sebagai tempat perekaman dan tempat parkir luas. “Sehingga meski menunggu jamaah tetap nyaman,” katanya.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA