Strategi Zeintour Jaring Calon Jamaah Umrah di Akhir Tahun
Rabu , 05 Dec 2018, 11:31 WIB

dok. Istimewa
Zeintour

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyedia jasa layanan umrah-haji plus Zeintour mengalami peningkatkan jumlah jamaah yang menggunakan jasa layanan umrah di akhir tahun 2018. Peningkatan jumlah jamaah itu tekait liburan akhir tahun 2018 yang diikuti seluruh warga dunia. “Karena ada momen liburan dunia, alhamdulillah jamaah yang menggunakan Zeintour naik. Kenaikannya mencapai 20 persen,” kata Pemilik Zeintour Zainal Abidin saat berbincang dengan Republika.co.id melalui sambungan telepon, Rabu (5/12).

Meski mengalami peningkatan calon jamaah menggunakan travelnya, Zainal mengaku tidak menurunkan harga agar dapat lebih banyak lagi menjaring calon jamah untuk berangkat umrah di akhir tahun. Alasan Zainal tidak menurunkan harga perjalanan karena beberapa komponen naik. “Tiket pesawat dan hotel harganyan tinggi karena permintaan lebih banyak,” ujarnya.

Zainal mengatakan tidak ada strategi khusus yang dilakukannya agar Zeintour dapat menjaring calon jamaah di akhir tahun. Dia mengatakan, hanya memberikan tambahan pemahaman terhadap bacaan Alquran setelah sampai di Makkah dan Madinah.

“Di antaranya di sana kita ada program rambahan atau yang disebut Pelatihan Seni Baca Alquran di sela-sela kegiatan utamanya,” katanya.

Pelatihan Seni Baca Alquran ini sudah dilakukan sejak pertama Zeintour memberangkatkan umrah tahun 2016. Lalu siapa yang mengajarkan rambahan atau pelatihan Seni Baca Alquran ketika jamaah tiba di Mekah dan Madinah? Jawabannya, ternyata pelatihan dilakukan lagsung oleh Zainal sendiri.

Progam itu dijalankan selain untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaiman seni membaca Alquran yang baik juga untuk mendapat pahala dari Allah SWT selama di Tanah Suci.

Zainal mengaku, perusahaan travelnya tidak terdampak pengurangan kepercayan jamaah atas penipuan yang dilakukan beberapa travel terhadap jamaah umrah.

Untuk mempertahankan kepercayaan jamaah, Zainal selalu memperlihatkan keamanan kepada semua jamaah dengan cara memberangkatkan jamaah sesuai waktu yang telah dijadwalkan.

“Kita alokasikan uang jamaah hanya betul-betul untuk kepentingan mereka, seperti untuk tiket pesawat, visa dan biaya hidup mereka selama di Tanah Suci. Kita tidak berani menggunakan uang jamaah untuk kepentingan bisnis lain seperti dipakai untuk usaha lain,” katanya.

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Ali Yusuf