DPR: Tabayunlah Soal Polemik Pengusiran Dubes Arab
Selasa , 04 Dec 2018, 11:10 WIB

muhammad subarkah
Ali Taher Parasong memberikan tausiah pada pemberiaan status negeri sebuah madrasah aliyah swasta di Kampung Nelayan Lamakera, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, (3/12).

IHRAM.CO.ID, KUPANG — Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong, mengatakan semua pihak harus menahan diri dan tabayun mengenasi soal adanya desakan pengusiran dubes Arab Saudi. Sebab, bila ini sampai terjadi maka bisa akan membuat masalah bagi penyelenggaraa ibadah haji dan umrah.

"Sebaiknya semua pihak tabayun dan menahan diri. Berbahaaya bila kemudian kita dan pihak Saudi saling usir dubesnya. Ibadah penyelenggaraan haji dan umrah bisa nanti bermasalah. Marilah kita redakan soal ini,’’ kata Ali Taher di Kupang, Selasa (4/12).

Selain itu, lanjut Al Taher, bila menuruti hawa nafsu dan sampai saling usir sampai terjadi, maka ada jutaan orang yang akan naik haji dan umrah akan bermasalah. Suatu harus ingat sekarang ada 4 juta orang yang sudah mendaftar naik haji. Selain itu setiap ada 4 juta sampai 6 juta orang pergu umrah dari Indonesia.

‘’Jadi begitu ada masalah diplomatik, maka imbasnya kepada jamaah haji dan umrah. Ini masalah bagi kami yang ada di komisi VIII DPR yang mengawasai haji dan umrah. Maka kita bersabarlah dan turunkan tensi pendapat yang bisa memperkeruh suasana,’’ ungkap Ali Taher.

Menurut, Ali Taher, hubungan bilateral Arab Saudi dan Indosia selain bernilai historis, juga spesifik dan unik. Ini terkat dengan berbagai sisi dari soal sejarah, politik, hingga ekonomo, sampai soal penyelenggaran ibadah haji dan umrah.

‘’Jadi bukan soal sepele. Ini soal banyak hal yang rimit. Soal kami di DPR akan serius perhatikan soal ini. Harapannya, sekali lagi tabayun dan saling menahan diri bila ada persoalan,’’ tegas Ali Taher.

Redaktur : Muhammad Subarkah