Perusahaan di Makkah Wajib Adopsi Nama Arab
Rabu , 21 Nov 2018, 08:52 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Sebuah toko bernama 'Toko Indonesia' yang terletak dekat pemondokan jamaah di Makkah, Arab Saudi. Pemerintah Saudi mengeluarkan aturan semua perusahaan wajib menggunakan nama Arab. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Wali Kota Makkah Mohammed Al-Quwaihis meminta semua perusahaan dengan nama non-Arab, mengubah nama tersebut menjadi Arab. Pemerintah setempat memberi waktu dua pekan pada perusahaan tersebut.

Dilansir di Saudi Gazette pada Selasa (20/11), wali kota mengarahkan semua cabang kotamadya di Makkah menginformasikan pemilik fasilitas perumahan dan komersial, papan iklan, dan perusahaan lain yang terdaftar dengan nama non-Arab, berkomitmen mengubah nama menjadi bahasa Arab. Jika hingga batas waktu yang ditetapkan tidak dilaksanakan, pemerintah mencabut izin operasi perusahaan tersebut. “Tidak akan ada layanan kota yang tersedia untuk institusi yang membawa nama asing,” kata Al-Quwaihis.

Selain itu, wali kota juga meminta kontraktor langsung membersihkan puing-puing konstruksi usai melaksanakan proyek-proyek baru, baik di kota atau desa di provinsi tersebut. “Jika tidak sepenuhnya dihilangkan, puing-puing menciptakan polusi penglihatan dan kerusakan lingkungan,” ujar dia.

Wali kota mengingat, Makkah telah mengusung slogan “Makkah Tanpa Sisa Bangunan”. Dia mengatakan slogan itu adalah kampanye ihwal bagaimana menjadikan kota suci itu sebagai teladan.

Di bawah inisiatif “Makkah Tanpa Sisa Konstruksi”, kontraktor berkewajiban membersihkan tempat kerjanya usai proyek tersebut rampung. Juga menyediakan tempat sampah untuk mengumpulkan puing-puing, dan mengontrak pengangkut berlisensi untuk membuang sisa-sisa bahan konstruksi. Wali kota menegaskan perluasan layanan listrik ke gedung-gedung baru, sangat tergantung pada kebersihan konstruksi. 

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Umi Nur Fadhilah

BERITA LAINNYA