Amphuri Target Gabungkan PIHK dalam Satu Maktab Tahun Depan
Rabu , 26 Sep 2018, 19:42 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji khusus Indonesia.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) merancang sejumlah target untuk memperbaiki layanan penyelenggaraan ibadah haji khusus tahun depan. Salah satu target Amphuri adalah menggabungkan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam satu maktab.

“Kalau target Amphuri musim haji yang akan datang, kita ingin PIHK dapat digabungkan di satu maktab,” kata Sekretaris Jenderal Amphuri Firman M Nur kepada Republika.co.id, Rabu (26/9).

Ia menjelasakan penggabungan itu tidak lain untuk memudahkan Amphuri berkoordinasi dan bersinergi antaranggota. Dengan demikian, memudahkan dan meningkatkan layanan sosial pada jamaah haji.

Ia mencontohkan salah satu layanan paling krusial adalah soal kesehatan. Menurut dia, apabila PIHK tidak berada dalam satu maktab, asosiasi tidak bisa menyiapkan ambulans selama berada di Arafah dan Mina.

Terkait target tersebut, Firman optimistis muassasah bersedia mengakomodirnya. “Insya Allah diijabah (target itu). Tampaknya akan digabung dalam satu maktab,” ujar dia.

Firman menjelaskan maktab adalah kantor administrasi. Maktab merupakan kantor pelayanan haji di Arafah, Mina, kepulangan, dan keberangkatan.

Kan kalau satu maktab koordinasi mudah sehingga pelayanan bersumber satu. Kegiatan lebih bisa terkonsolidasi,” kata dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi operasional haji 2018. Evaluasi digelar di Kantor Daker Makkah dan diikuti Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, para kepala Daerah Kerja, serta sejumlah kepala bidang layanan haji, mulai dari transportasi, katering, akomodasi, dan perlindungan jamaah.

Menag mengapresiasi kinerja PPIH Arab Saudi pada musim haji 1439 H/2018. Menurut dia, secara umum penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik.

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Umi Nur Fadhilah

BERITA LAINNYA