Jamaah Haji Diingatkan Batasi Belanja
Jumat , 14 Sep 2018, 10:06 WIB

Fitriyan Zamzami / Republika
Jamaah haji nampak mulai mendatangi pusat perbelanjaan Corniche di Jeddah.

IHRAM.CO.ID, BATAM -- Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jamaah membatasi belanja di Tanah Suci, agar tidak kelebihan barang bawaan saat pulang ke Tanah Air. "Jamaah harus bisa mengukur barang yang dibawa sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan maskapai," kata Kepala Sub Bidang Informasi dan Humas PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi di Batam, Jumat (14/9).

Jamaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, tas tenteng yang muat di dalam kabin dengan berat maksimal tujuh kilogram dan koper untuk diletakkan di bagasi seberat maksimal 32 Kg. Jamaah juga dilarang membeli koper lain di Tanah Suci, karena maskapai hanya akan mengangkut tas dan koper yang berlogo Saudia Arabia.

Selain itu, jamaah juga dilarang memasukan air zamzam dalam koper besar, demi keselamatan dan kenyamanan bersama. "Khawatir tumpah karena di bagian bawah kabin terdapat banyak kabel yang harus selalu kering. Jika terkena air, maka bukan tidak mungkin arus pendek terjadi dan menyebabkan kebakaran," kata dia.

photo
Jamaah haji Indonesia berbelanja di kawasan Syisyah, Makkah.

Bila ada jamaah yang kedapatan membawa air zamzam dalam koper besar, maka petugas bandara akan langsung membongkarnya. Meski tidak diperkenankan membawa air zamzam dalam koper besar, ia meminta jamaah tidak khawatir karena PPIH telah menyiapkan lima liter air zamzam yang akan dibagikan setibanya di debarkasi.

"Air zamzam sudah lebih dulu dikirimkan di Debarkasi Haji Batam, dan akan dibagikan saat jamaah tiba di Asrama Haji Batam dengan menunjukkan paspornya masing-masing," kata dia.

Hingga Jumat, Debarkasi Hang Nadim Batam telah memulangkan 6.726 orang jamaah haji yang tergabung dalam 15 kelompok terbang. Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan sekitar 11 ribu orang jamaah dari empat provinsi, yaitu Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara