Sejumlah Halte Bus Shalawat Berhenti Beroperasi
Kamis , 13 September 2018, 20:30 WIB

dok. Kemenag.go.id
Bus Shalawat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah halte bus shalat lima waktu (shalawat) berhenti beroperasi seiring berkurangnya jamaah di Tanah Suci. Lebih dari separuh total jamaah haji Indonesia sudah pulang ke Tanah Air.

"Halte ada di kelompok hotel-hotel yang berdekatan, selama hotel-hotel tersebut masih ada jamaahnya otomatis halte masih ada, tapi kalau sudah tidak ada jamaahnya ya halte ditutup. Petugas halte juga ditarik," kata Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Chalid di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (13/9).

Guna mengenali halte yang masih aktif, Subhan mengatakan terdapat tanda-tanda tempat naik turun penumpang itu masih melayani jamaah haji.

"Aktif kalau ada petugas dan ada bendera Indonesia di halte itu. Sedangkan untuk jamaah yang berada di dalam bus mau berhenti di halte yang tidak aktif, itu masih bisa. Tinggal dikomunikasikan di dalam bus dengan sopirnya," katanya.

Hingga Kamis, total jamaah yang masih ada di Arab Saudi adalah 119.753 orang yang terbagi di Mekkah dan Madinah. Sementara 115.670 orang lainnya sudah tiba di Indonesia setelah menjalani perjalanan ibadah haji dan ziarah di dua Tanah Suci, Makkah dan Madinah.

Di Makkah, kata dia, terdapat 58 titik halte bus shalawat yang beroperasi saat musim puncak haji. Namun seiring dengan fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang sudah lewat jumlah halte dikurangi berangsur-angsur sesuai pergerakan jamaah yang meninggalkan Al Mukaramah.

Berdasarkan pengamatan Antara, terdapat sejumlah halte yang sudah tidak beroperasi seperti yang berada di depan hotel jamaah Indonesia nomor 113 di Syisyah. Halte di depan hotel tersebut sudah tidak beroperasi ditandai dengan tidak ada aktivitas petugas dan jamaah serta tidak ada bendera Indonesia.

Jumlah bus shalawat yang beroperasi juga sudah berkurang sehingga waktu tunggu untuk naik angkutan gratis untuk jamaah haji Indonesia itu harus menunggu waktu sekitar 10 menit.

 

Subhan mengatakan pengurangan bus shalawat itu sesuai dengan jumlah penumpang di Tanah Suci yang semakin turun. Saat musim puncak haji, terdapat 374 bus untuk 204 ribu jamaah haji reguler

"Jumlah bus shalawat menyesuaikan dengan jumlah jamaah haji. Sekarang sudah mulai dikurangi.," kata dia.

Redaktur : Agung Sasongko
Sumber : Antara