Siasat Kemenag Agar Jamaah Menikmati Sajian Katering
Kamis , 16 Aug 2018, 11:24 WIB

republika/Erdi Nasrul
Katering jamaah haji

Laporan Wartawan Republika.co.id, Erdy Nasrul dari Makkah, Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Agama (Kemenag) memiliki cara menyiasati selera makan 204 ribu jamaah haji reguler. Selama di Makkah mereka harus mendapatkan gizi yang seimbang dan mencukupi, agar dapat beraktivitas sehari-hari.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin menjelaskan jamaah haji Indonesia memiliki selera makan beragam. Ada yang lebih menyukai masakan manis, asin, pedas, dan perpaduan semuanya. “Agar semuanya bisa makan, maka kami menggunakan selera pertengahan, selera moderat,” katanya kepada ratusan jamaah haji yang memenuhi mushala hotel nomor 414 di Raudhah Makkah pada Rabu (15/8).

photo
katering haji

Maksudnya, makanan yang disajikan tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu pedas. Semua rasa itu dipertahankan. Menag mengimbau jamaah menikmati dan menyukuri makanan yang ada, karena itu sudah melalui pertimbangan yang matang.

Diakuinya, ada hak personal, kenikmatan pribadi yang harus disisihkan dahulu dan digantikan dengan kemaslahatan banyak orang. “Karena kita hidup di kelompok yang jumlahnya cukup banyak maka hak-hak personal tersebut tidak bisa dipenuhi secara utuh. Tapi ini adalah pelajaran untuk menghargai dan mengapresiasi kebersamaan dan persatuan yang merupakan nilai luhur bangsa,” kata Lukman.

photo
Katering jamaah haji

Lukman berharap jamaah haji menikmati setiap sajian makanan yang dibagikan. Semuanya harus dikonsumsi dengan baik agar asupan gizi terpenuhi dan kesehatan mereka terjaga.

Setiap kotak makanan jamaah mengandung 900 hingga 1.100 kilo kalori. Jumlah itu belum termasuk makanan ringan, minuman semacam teh, dan kopi. Jika ditambahkan semuanya, maka dalam satu hari seorang jamaah mendapatkan dua kali makan, berarti mengonsumsi sekitar 2.300 hingga 2.500 kilo kalori. Tim katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menilai asupan gizi sebanyak itu cukup untuk aktivitas dan kesibukan jamaah beribadah di Tanah Suci. 

Redaktur : Andi Nur Aminah

BERITA LAINNYA