Aher Tinggalkan Politik Sejenak, Kini Jadi Pembimbing Haji
Kamis , 16 August 2018, 10:51 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Mantan gubernur Jawa Barat sekaligus salah seorang anggota Tim Pembimbing Haji Daerah Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam bus menuju Makkah di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (16/8) dini hari. Ia mendampingi jamaah Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi yang tiba paling akhir di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, Oleh: Fitriyan Zamzami dari Jeddah, Arab Saudi

JEDDAH -- Wajahnya sudah tak asing, utamanya buat warga Jawa Barat. Selama satu dekade penuh, gambarnya dengan jas dan kopiah menghiasi kantor-kantor pemerintahan daerah setempat.

Tapi Kamis (16/8) dini hari itu, ia datang semata berpakaian dua lembar kain putih tak berjahit di Bandara King Abdulaziz Jeddah. Tak ada bedanya dengan jamaah-jamaah lain. Tak ada pengawalan khusus, ikut didorong-dorong petugas Arab Saudi agar lekas naik ke dalam bus seperti layaknya jamaah haji reguler

“Saya Ahmad Heryawan, pembimbing ibadah rombongan jamaah ini,” kata dia sambil tersenyum ketika ditemui di Bandara Jeddah pagi buta.

Ia tiba bersama Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi yang membawa jamaah dari Bandung dan Bogor. Kloter tersebut merupakan kloter pamungkas pada masa kedatangan jamaah haji reguler tahun ini.

Jamaah di kanan-kirinya nampak biasa-biasa saja bahwa yang bersangkutan adalah mantan orang nomor satu di Jawa Barat, provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia. Alkisah, selepas masa jabatannya sebagai gubernur berakhir pada Juni lalu, Kang Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan ditunjuk sebagai anggota Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Jawa Barat.

Terlepas dari jabatan yang pernah ia pegang, Aher kerap juga dipanggil ustaz bukan tanpa alasan. Ia adalah juga jebolan Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Artinya, yang bersangkutan memang punya bekal ilmu agama yang mumpuni.

photo
Mantan gubernur Jawa Barat sekaligus salah seorang anggota Tim Pembimbing Haji Daerah Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam bus menuju Makkah di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (16/8) dini hari. Ia mendampingi jamaah Kloter 96 Embarkasi Jakarta-Bekasi yang tiba paling akhir di Arab Saudi.

Kang Aher sedianya dijadwalkan menemani rombongan dari kloter akhir gelombang pertama yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, akhir Juli lalu. Kendati demikian, dinamika politik Tanah Air menahan politikus tersebut.

Saat itu, kata Kang Aher, ia diminta berjaga-jaga semisal terpilih sebagai kandidat cawapres untuk bersaing pada Pilpres 2019. Kendati demikian, namanya luput hingga pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden pungkas pekan ini.

“Alhamdulillah, saya jadi bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata pria asli Sukabumi tersebut.

Tahun ini bukan pertama kalinya ia berangkat. Sebab itu, ia merasakan betul ada yang berbeda di Bandara Jeddah.

Aher mengenang, pada 2015 ia harus menunggu sampai 10 jam di bandara sebelum bertolak ke Makkah. “Sekarang cepat sekali. Sangat memudahkan bagi jamaah,” kata dia sembari diiyakan sang istri Netty Prasetyani yang mendampingi.

 

Sebelum kedatangannya, beberapa tokoh politik telah tiba lebih dulu. Kiai Ma’ruf Amin, kandidat calon wakil presiden, tiba menggunakan penerbangan pribadi di Terminal Internasional Bandara Jeddah pada Rabu (15/8) siang.

Tak sampai sejam sebelum kedatangan Kang Aher, politikus Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tiba dengan jalur haji khusus. Duo wakil ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon juga tiba pada Selasa (14/8) malam dan dapat sambutan istimewa dari para pejabat kedutaan dan konsuler di Jeddah.

Bagaimanapun, Kang Aher menegaskan, kedatangannya semata menjadi pembimbing haji bagi jamaah. “Nanti politiknya di Tanah Air saja,” kata dia.

Baca juga: Ketertiban dan Ketaatan Jamaah Kunci Kesuksesan Haji

Redaktur : Ani Nursalikah