Jamaah Haji Serbu Hotel Bintang Lima
Rabu , 15 Agustus 2018, 09:45 WIB

Republika/Erdy Nasrul
Hotel bintang lima di sekitar Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, Oleh: Erdy Nasrul dari Makkah, Arab Saudi

MAKKAH -- Sebanyak tujuh hotel bintang lima di Menara Zamzam seberang pintu King Abdul Aziz Masjid al-Haram dipenuhi jamah haji. sebanyak 6.000 kamar di dalamnya sudah ditempati peziarah haji mancanegara.

“Semua kamar sudah dihuni. Kami sudah berkoordinasi dengan tim manajemen hotel lainnya di Zamzam. Mereka sudah tak bisa memenuhi permintaan jamaah yang hendak menginap,” kata Manager Penjualan Hotel Pullman Menara Zamzam Muhammad Martin kepada Republika.co.id di Makkah pada Rabu (15/8).

Meski masih banyak jamaah yang ingin menginap di tempatnya, Martin belum dapat memenuhi permintaan. Jamaah diarahkannya untuk menginap di hotel-hotel daerah lain, seperti di Jarwal, Misfalah, atau bahkan Mahbas Jin yang lebih jauh dari Masjid al-Haram.

Di daerah tersebut masih terdapat berbagai hotel bintang empat dan lima yang melayani jamaah haji. Di sekitarnya juga terdapat toko yang menjual kebutuhan jamaah haji.

Pullman yang dikelolanya memiliki 1.316 kamar. Semuanya sudah penuh. Sebanyak 30-40 persen tamu di sana adalah jamaah haji asal Indonesia. Sisanya berasal dari India, Amerika, Eropa, dan sebagian negara Asia.

photo
Foto: Republika/Erdy Nasrul

Jamaah haji Indonesia adalah rombongan haji khusus dari berbagai kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Penyelenggara haji khusus memiliki berbagai fasilitas. Selain akomodasi, transportasi, dan katering, jamaah haji khusus juga mendapatkan pelayanan kesehatan. Penyelenggaranya membawa tim dokter untuk melayani dan mengontrol kondisi kesehatan jamaah haji.

Selain Pullman, di dalam menara Zamzam terdapat enam hotel lain: Movenpick, Fairmont, Rottana, Raffles, Swiss al-Maqam, dan Swiss. Jamaah Indonesia biasanya berkumpul di area Grapari Telkomsel yang menyediakan pelayanan pelanggan dan juga kuliner khas Nusantara, seperti mi ayam dan bakso. Tampak jamaah haji Indonesia berkerumun di sana sambil menikmati sajian hidangan.

 

Menara Zamzam dulunya adalah menara yang dibangun Turki Usmani untuk memantau pergerakan jamaah haji. Bangunan itu kini diubah menjadi sejumlah gedung dengan jam yang terletak di bagian puncak. Bangunan tersebut terlihat jelas dari berbagai penjuru Makkah. Menara Zamzam adalah aset wakaf produktif Raja Abdul Aziz as-Saud yang dikelola dengan profesional. Keuntungannya dimanfaatkan untuk pengelolaan Masjid al-Haram.

photo
Foto: Republika/Erdy Nasrul

Martin menjelaskan, para tamu yang menempati Pullman menikmati berbagai fasilitas. Mereka mudah mengakses pusat perbelanjaan yang ada di bagian bawah Menara Zamzam, Abraj al-Bayt yang menjual berbagai komoditas. Di sana juga terdapat area khusus kuliner yang menyajikan beragam menu.

Musim haji merupakan waktu padat. Tamu yang merupakan jamaah haji dari berbagai negara berdatangan ke Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Selain melaksanakan ibadah, mereka juga mengunjungi sejumlah situs sejarah yang jauh dari Makkah, seperti Madain Saleh yang sudah berbatasan dengan Yordania, ditempuh dengan perjalanan selama enam jam. Lainnya adalah Najran yang ditempuh perjalanan satu hari.