Bisnis Oleh-Oleh Naik 70 Persen di Musim Haji
Jumat , 10 Aug 2018, 06:40 WIB

Republika/Putra M. Akbar
Salah satu produk oleh-oleh haji yang dijual di Bursa Sajadah, Jakarta, Selasa (7/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan bisnis oleh-oleh haji meningkat hingga 70 persen di musim haji dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Perkembangan dalam dua tahun terakhir pun mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pemilik Toko Nabawi, Ade Fyrman mengatakan bisnis oleh-oleh ini selalu berkelanjutan dan bukan termasuk musiman. Selain musim haji, pelanggan masih banyak berdatangan karena jumlah jamaah umrah terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

"Di bulan selain haji juga banyak pembelian, untuk kenaikan dibanding tahun lalu itu mencapai dua kali lipat. Kalau dibanding bulan-bulan lain dengan musim haji itu 70 persen kenaikannya," kata Ade pada Republika.co.id, Kamis (9/8).

Menurutnya, pelanggan yang datang sebelum musim haji biasanya membeli kelengkapan haji, seperti ihram, kerudung, sandal dan kelengkapan lainnya. Sementara saat musim haji, pelanggan biasanya mencari makanan seperti kurma, kacang, juga air zam-zam.

Ade mengatakan Toko Nabawi miliknya yang terletak di Mampang, Jakarta Selatan itu dapat menghabiskan sekitar 150 galon air zamzam selama musim haji. Satu galon berisi 10 liter. Pelanggan biasanya membeli tambahan air zamzam karena jumlah yang dibawa dari Saudi terbatas.

Ade mengatakan ia mendapat pasokan air zamzam asli dari biro travel yang membawa dari Arab Saudi. Ia menjamin produk-produk yang dijualnya sesuai dengan syariat. Untuk memasarkan dagangannya, ia pun membuka toko online sehingga pelanggan menyebar dari Sabang sampai Merauke.

Ade membuka Toko Nabawi sejak 2014. Kerja sama dengan travel pemasok produk sudah dilakukan lama sehingga telah terjamin kepercayaannya. Pasokan pun terus meningkat setiap tahun sesuai permintaan pasar.

Menurutnya, peningkatan bisnis di luar musim haji karena jamaah kini lebih memilih untuk umrah. Ini membuat bisnis oleh-oleh bukan lagi bisnis musiman. Hal tersebut juga yang membuatnya tetap bertahan karena bisnis oleh-oleh haji menjanjikan.

"Kalau menurut para pelanggan, mereka terlalu lama menunggu antrean haji sehingga memilih umrah dulu, selain itu umrah juga cepat berangkat," kata pria 32 tahun ini.

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Lida Puspaningtyas