Masih Ada Calhaj Jabar yang Membawa Rice Cooker
Ahad , 22 Juli 2018, 13:41 WIB

Republika/Dea Alvi Soraya
Kloter pertama Jamaah haji asal Kabupaten Sumedang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa (17/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/ Debarkasi Asrama Haji Bekasi, A Bukhari menyampaikan, tahun ini tidak banyak ditemukan barang atau benda yang dilarang dibawa oleh para jamaah calon haji (calhaj) Jawa Barat. Meski demikian masih ada beberapa calhaj dari Jawa Barat yang membawa alat masak seperti rice cooker. 

"Kemungkinan jamaah haji yang membawa rice cooker berasal dari daerah, cuma ada beberapa (calhaj yang bawa rice cooker), cuma ditemukan sekitar sepuluh (rice cooker) sampai hari ini," kata A Bukhari kepada Republika.co.id, Ahad (22/7). 

Menurutnya, selain rice cooker ditemukan juga barang-barang berupa krim dan cairan dari barang bawaan calhaj. Akan tetapi tahun ini tidak terlalu banyak ditemukan barang-barang yang dilarang dibawa calhaj. Alhamdulillah calhaj dari Jawa Barat sudah banyak yang mengerti. Tahun ini calhaj dari Jawa Barat yang membawa rokok pun tidak terlalu banyak.

"Calhaj dari Jawa Barat yang belum berangkat diimbau untuk mematuhi segala peraturan yang menyangkut barang bawaan," ujarnya.

Ia menyampaikan, barang-barang atau benda yang dilarang dibawa tidak boleh dibawa ke Asrama Haji. Supaya bisa mempercepat proses pemeriksaan calhaj di Asrama Haji. Calhaj dari Jawa Barat juga diimbau agar pandai menjaga kesehatan. Calhaj jangan banyak mengeluarkan energi karena cuaca di Arab Saudi cukup panas. 

"Satu lagi niat (calhaj) diperkuat dan tekadnya dipertebal dengan tujuan (ke Tanah Suci) hanya untuk ibadah," jelasnya.  

A Bukhari juga menginformasikan, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) calhaj Jawa Barat sudah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Setiap kloternya terdiri dari 410 calhaj. Mereka semua melakukan pengambilan foto biometrik dan pengambilan sidik jari di Asrama Haji guna mempersingkat proses keimigrasian di Arab Saudi.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Fuji E Permana