RS di Arafah Sediakan Penerjemah Bahasa Indonesia
Jumat , 20 Jul 2018, 04:30 WIB

Mast Irham/EPA
Jamaah haji di pelataran Masjid Namirah saat berwukuf di Padang Arafah, Kamis (31/8).

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Rumah sakit Arafah East Hospital yang terletak di wilayah Masya'ir kawasan Mina, Arafah dan Muzdalifah menjadi salah satu dari seratusan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menyediakan penerjemah Bahasa Indonesia.

Informasi dihimpun Antara, Kamis (19/7), ada penerjemah delapan bahasa yang disediakan RS Arafah East dalam melakukan perawatan kepada pasien. Penyediaan penerjemah di rumah sakit itu disampaikan Direktur Jenderal Urusan Kesehatan untuk Wilayah Makkah, Wael Hamzah Motair kepara wartawan dari beberapa negara saat mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan bagi jamaah haji di Makkah.

Bahasa Indonesia menjadi satu di antara delapan bahasa yang disediakan dalam perawatan di Arafah East Hospital. Pada musim haji 1439 Hijriyah, Saudi akan menyambut dan melayani tiga juta jamaah. Jumlah jamaah haji dari Indonesia merupakan yang terbanyak yakni 221 ribu orang, disusul jamaah haji asal Pakistan sebanyak 184.210 orang.

Menurut dia, Arafah East Hospital hanya beroperasi saat musim haji, yakni sekitar enam hari, mulai dari 8-13 Dzulhijah (20-25 Agustus). Seluruh perawatan kesehatan, termasuk obat-obatan diberikan kepada jamaah haji secara cuma-cuma.

Wael mengatakan selama musim haji tahun ini Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi menyiapkan 350 ambulans, 25 ribu petugas kesehatan (dokter, perawat, dan apoteker) yang berasal dari Arab Saudi, serta negara lain seperti Suriah, Pakistan dan Mesir dengan kompetensi dan kualitas berstandar internasional sesuai persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Semua petugas kesehatan harus beragama Islam karena mereka bertugas di Tanah Haram di mana non-Muslim tidak boleh masuk. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT yang disebutkan dalam Alquran," jelas dia.

Rumah Sakit Arafah East Hospital memiliki 230 tempat tidur dengan penutup kasur, dan seluruh tirai di ruangan rumah sakit terbuat dari bahan yang bersifat antiseptik dan antibakteri. Rumah sakit tersebut juga memiliki ruangan isolasi untuk kasus tertentu, ruangan untuk merawat serangan panas atau heat stroke yang dilengkapi area pendingin, ruang perawatan intensif (ICU/ Intensive Care Unit), apotek dan ruang operasi.

Wael mengatakan jumlah kasus tertinggi berdasarkan pengalaman musim haji tahun lalu adalah serangan panas dan kelelahan. Sekitar 800 pasien dirawat di rumah sakit tersebut.

"Tahun lalu, kami memperkirakan 1000-2000 pasien, namun karena langkah-langkah pencegahan telah dilakukan, kita dapat mengurangi kasus tersebut. Kami juga membantu memberikan vaksinasi kepada jamaah haji dari negara-negara tertentu yang tidak menerapkan peraturan tersebut, jika mereka masuk ke Arab Saudi melalui pelabuhan dan bandara," jelasnya.

Selain Arafah East Hospital, ada 17 rumah sakit dan 93 klinik kesehatan dengan puluhan ribuan dokter dan perawat, serta peralatan kesehatan berteknologi tinggi. "Sebanyak delapan rumah sakit dan 93 klinik berlokasi di daerah Masya'ir, sedangkan sembilan rumah sakit ada di Mekah," jelas Direktur Haji dan Umrah pada Departemen Urusan Kesehatan Makkah, Mwafaq Abutalib.

Mwafaq menjelaskan 17 rumah sakit di wilayah ini di antaranya adalah Arafah East Hospital, Arafah General Hospital, Namirah General Hospital, Jabal Rahmah Hospital, dan Mina Emergency Hospital. "Sedangkan klinik kesehatan ada 46 di Arafah, enam di Muzdalifah, 25 di Mina dan 16 di Jamarat," katanya, seraya menambahkan bahwa rumah sakit yang disiapkan untuk melayani jamaah haji di wilayah Makkah, di antaranya King Abdullah Medical Hospital, Jiyad Hospital, Al-Haram Hospital, Heraa Hospital dan Maternity and Children Hospital untuk perawatan ibu dan anak.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : antara