Satu Calon Jamaah Haji Banjarmasin Terkena Serangan Jantung
Kamis , 19 Jul 2018, 16:54 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Ilustrasi - Jamaah haji sakit.

IHRAM.CO.ID, BANJARMASIN -- Satu calon jamaah haji (calhaj) Embarkasi Banjarmasin yang masuk dalam keberangkatan kelompok terbang pertama mengalami serangan jantung. Jamaah tersebut harus mendapat perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar.

Sebagaimana dijadwalkan, keberangkatan kloter pertama Embarkasi Banjarmasin asal Kota Banjarmasin pada Kamis (19/7) sekitar pukul 14.35 Wita dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin ke Madinah. "Calhaj yang terkena serangan jantung dan dirawat intensif di RS itu harus ditunda keberangkatannya, termasuk juga pendampingnya," ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kamis.

Dia berharap calhaj yang mengalami gangguan kesehatan saat sudah masuk asrama haji tersebut bisa sembuh secepatnya sehingga bisa berangkat masuk di kloter selanjutnya. "Jadi tidak dibatalkan keberangkatannya, kita lihat kondisinya, kalau memang memungkinkan nantinya bisa diberangkatkan masuk kloter selanjutnya," kata Noor Fahmi.

Jumlah calhaj kloter pertama pun berkurang, yakni hanya berjumlah 323 orang, termasuk petugas haji lima orang. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang melepas secara resmi keberangkatan kloter pertama tersebut mengharapkan jamaah selalu menjaga kesehatan selama di tanah suci Madinah dan Makkah.

"Kita mendoakan semua jamaah nantinya sehat walafiat saat menjalankan ibadah haji ini, dan pulang dengan haji yang mabrur," ujarnya.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalsel H Raihan Ridho mengungkapkan, sebelum diberangkatkan, jamaah dilakukan karantina di asrama haji. Mereka mengikuti berbagai kegiatan terkaitan persiapan menjelang keberangkatan,

Kegiatan jamaah antara lain pemeriksanaan kesehatan, proses penyerahan dokumen (seperti penyerahan paspor, uang living cost, pemasangan gelang jamaah) ditambah proses foto biometrik dan sidik jari dari Imigrasi Arab Saudi. Sebelumnya, pengambilan foto beometrik dan sidik jari oleh imigrasi Saudi dilakukan sesaat setelah jamaah mendarat di Bandara Saudi dan jamaah harus antre berjam-jam menunggu giliran.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : antara