Orientasi Tim Layanan Haji Indonesia Digelar di Jeddah
Selasa , 17 Jul 2018, 12:05 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Sekretaris Daker Bandara Abdillah memberi pengarahan bagi petugas yang bakal menyambut jamaah haji Indonesia yang mulai tiba Senin (17/7) ini di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Senin (16/7)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Penerbangan pertama jamaah haji Indonesia akan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi, Selasa (17/7) waktu Saudi. Sebagai persiapan awal, Bagian Urusan Haji pada Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah menyelenggarakan program antara lain orientasi yang berlangsung selama tiga hari bagi personel layanan haji.

Sebanyak 891 personel yang direkrut secara lokal, 822 petugas dari Kementerian Agama Indonesia, dan 169 staf medis dari Kementerian Kesehatan, menghadiri program tersebut. Para petugas itu dikerahkan di Madinah, Jeddah, dan Makkah untuk membantu jamaah haji Indonesia.

Dalam orientasi itu, mereka diberi pengarahan tentang kebijakan umum pemerintah Saudi tentang haji dan hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang untuk jamaah haji. Di samping, manajemen transportasi udara serta layanan darat bagi kedatangan jamaah haji Indonesia.

Dalam sambutan pada acara pembukaan, Konsul Jenderal Indonesia Mohamad Hery Saripudin mengatakan, pemerintah Indonesia mengerahkan upaya maksimal dalam meningkatkan layanan untuk membuat jamaahnya lebih nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah haji.

Hery meminta petugas haji untuk memberikan layanan terbaik kepada para tamu Allah dengan mengetahui dengan baik profil mereka. Ia mengatakan, dari 221 ribu jamaah asal Indonesia, lebih dari 98,37 persen datang untuk pertama kalinya untuk menjalankan ibadah haji. Tantangan lain bagi para petugas di lapangan, Hery mengatakan, jamaah Indonesia sebagian besar adalah orang tua, yang memiliki risiko kesehatan.

"Jadi, layanan harus diberikan dengan tingkat kesabaran dan empati yang tinggi, terutama pada hari-hari puncak ritual haji, ketika suhu diperkirakan mencapai antara 48 hingga 50 derajat Celcius," kata Hery, dilansir di Saudi Gazette, Selasa (17/7).

Sebelumnya, pemerintah Saudi berkoordinasi dengan pihak berwenang Indonesia mulai menerapkan fasilitas pra-izin imigrasi bagi jamaah Indonesia dari titik embarkasi negara asal. Fasilitas ini memungkinkan jamaah untuk melewatkan prosedur imigrasi setibanya di Arab Saudi. Sehingga, akan mengurangi waktu tunggu di bandara.

Terobosan lain, tambah Hery, adalah meningkatkan layanan katering bagi jamaah selama mereka tinggal di Makkah dan Madinah. Makanan akan disajikan sebanyak 40 kali di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali selama fase puncak Haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Perusahaan katering juga diharuskan untuk menggunakan rempah-rempah dan bahan-bahan dari Indonesia untuk memuaskan selera jamaah.

"Jamaah kami dapat menikmati masakan dengan cita rasa Indonesia, sehingga mereka tidak merasa jauh dari rumah. Kami harus memastikan jamaah mendapatkan makanan sehat dan bergizi sesuai selera mereka," tambahnya.

Selain itu, adapula inovasi dalam pengkodean dan pemilahan bagasi dan paspor jamaah, yang datang dalam warna berbeda sesuai dengan kelompok penerbangan. Setiap warna menunjukkan nomor hotel dan area di mana jamaah harus tinggal.

Sistem ini memungkinkan jamaah untuk langsung melanjutkan masuk ke dalam bus yang akan membawa mereka ke hotel yang ditunjuk di Makkah dan Madinah. Indonesia mengirim jamaah dalam jumlah terbesar, dengan total 221 ribu jamaah melaksanakan ibadah haji tahun ini. Sementara itu, pengaturan telah dilakukan untuk menerima jamaah yang akan mulai tiba hari ini di Saudi. 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Kiki Sakinah