Tahun Ini Jadi Haji Bersejarah Bagi Jamaah India
Senin , 16 July 2018, 04:27 WIB

Jamaah haji India

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan menjadi peristiwa penting bagi Muslim India. Hal itu karena adanya sejumlah reformasi yang dilakukan, seperti menghapus subsidi haji dan Muslimah India dapat pergi haji tanpa mahram atau wali laki-lakinya.

Menteri Urusan Minoritas India, Mukhtar Abbas Naqvi, mengatakan meskipun ada penghapusan subsidi haji, biaya haji bagi jamaah hanya naik sedikit dan tidak ada beban yang berlebihan yang ditetapkan pada masyarakat. Ia mengatakan masyarakat biasanya berpikir dengan penghapusan subsidi, haji akan menjadi tiga-empat kali lebih mahal. Kalaupun ada peningkatan, itu menurutnya marjinal.

Pemerintah India pada Januari lalu mengumumkan tidak akan ada subsidi untuk haji mulai tahun ini. Sementara dana yang disimpan akan digunakan untuk menyediakan pendidikan bagi masyarakat di kalangan minoritas.

"Ini akan menjadi Haji bersejarah karena beberapa reformasi terkait dengan itu dari mulai bebas subsidi haji hingga wanita tanpa mahram pergi haji sesuai kebijakan haji baru," kata Naqvi, dilansir di The Times of India, Ahad (15/7).

Naqvi mengatakan, untuk pertama kalinya setelah kemerdekaan, rekor tercatat dengan 175.025 jamaah asal India akan pergi haji tahun ini. Sekitar 47 persen di antaranya adalah perempuan. Dia juga menunjukkan ini adalah pertama kalinya wanita bisa pergi haji tanpa mahram.

Naqvi menyangkal jika peraturan soal wanita mahram adalah karena pemerintah Arab Saudi yang mengubah aturannya. Menurutnya, pemerintah Saudi tidak pernah melarangnya dan pemerintah India yang justru sebelumnya melarang wanita pergi haji tanpa mahram. Muslimah tanpa mahram kerap pergi haji dari Pakistan, Iran, Malaysia dan banyak negara Islam lainnya.

Selanjutnya, ia mengatakan tampilan lain dari ibadah haji tahun ini ialah dari 600 koordinator dan asisten haji India, 100 di antaranya adalah perempuan. Menurutnya, ada sejumlah perbaikan dalam fasilitas untuk 1.228.702 jamaah haji yang berangkat melalui Komite Haji India. Hal itu termasuk transportasi, penginapan, terutama di Arafah, yang telah dibuat nyaman. Di samping itu, fasilitas medis juga telah ditingkatkan.

Dalam hal ini, Naqvi mengatakan pemerintah Saudi selalu memuji jamaah asal India. Karena itulah, ia berpesan agar jamaah haji India mengikuti norma dan menjalankan haji dengan sukses. Soal upaya menghidupkan kembali opsi pengiriman jamaah haji melalui jalur laut, ia mengatakan pemerintah berusaha mewujudkannya tahun depan.

"Itu sebabnya kami melayangkan tender global. Beberapa penawaran datang dari Singapura, Arab Saudi, India dan negara-negara lain. Prosesnya sudah berjalan dan kami ingin haji 2019 juga dilakukan dengan kapal," kata Naqvi.

Kelompok pertama jamaah haji asal India telah tiba di Arab Saudi pada Sabtu (14/7). Konsul Jenderal India di Jeddah Mohammed Noor Rahman Sheikh mengatakan dia bersama dengan Duta Besar India untuk Arab Saudi Ahmad Javed telah menerima kelompok pertama jamaah India di Madinah.

Sebanyak 410 jamaah dari kelompok penerbangan pertama telah tiba di Madinah. Sementara lebih dari 1.200 jamaah haji telah bertolak dari New Delhi menuju Saudi dalam tiga penerbangan pada Sabtu. Selain Delhi, sebanyak 450 jamaah haji berangkat dari Gaya, 269 dari Guwahati, 900 dari Lucknow, dan 1.020 dari Srinagar.

Bagi para wanita yang pergi haji tanpa mahram, Sheikh mengatakan ada pengaturan yang dibuat dalam akomodasi ekslusif. Sehingga, keamanan mereka terjamin dan adapula fasilitas khusus bagi mereka.

Sheikh mengatakan, semua persiapan telah selesai dilakukan. Saat ini, penggunaan teknologi yang ekstensif juga telah dilakukan untuk memfasilitasi haji dengan fitur-fitur batu agar nyaman bagi jamaah. Fitur tersebut ditambahkan ke Aplikasi Haji yang digunakan jamaah haji India sejak 2014.

Ia juga mengatakan, akomodasi haji tahun ini jauh lebih baik, seperti halnya di Madinah. Sheikh menambahkan keberangkatan selanjutnya pada Selasa (17/7) ialah jamaah haji dari Kolkata. Selanjutnya, jamaah yang akan berangkat ialah dari Varanasi pada 20 Juli, pada 21 Juli dari Mangalore, 26 Juli dari Goa dan 29 Juli dari Aurangabad, Chennai, Mumbai, dan Nagpur. Pada 30 Juli berangkat jamaah dari Ranchi, 1 Agustus dari Ahmedabad, Bangalore, Cohin, Hyderabad, dan Jaipur. Kemudian pada 3 Agustus dari Bhopal akan berangkat haji.

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Kiki Sakinah