Maskapai Garuda Indonesia akan Melayani 107.959 Calhaj
Kamis , 12 Jul 2018, 23:58 WIB

Republika/Fuji E Permana
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury dan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, Ahda Barori usai meninjau pesawat yang akan mengangkut calon jamaah haji di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (12/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia tahun ini jumlahnya sebanyak 221 ribu orang, di antaranya ada sebanyak 204 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Maskapai Nasional Garuda Indonesia akan melayani 107.959 jamaah haji yang terbagi menjadi 278 kelompok terbang (kloter) dari sembilan embarkasi, sisanya akan dilayani Saudi Arabian Airlines dari empat embarkasi. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury mengatakan, calon jamaah haji Indonesia akan berangkat menuju Jeddah dan Madina dari sembilan embarkasi. Yakni embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balik Papan, Makassar, Lombok dan Banjarmasin.Garuda Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dalam memastikan pesawat-pesawat bagi penerbangan haji tahun ini.

"Supaya pesawat-pesawat dalam kondisi terbaik dan layak terbang serta memaksimalkan kesiapan personel di embarkasi dan destinasi tujuan," kata Pahala saat pidato pada acara kick off kesiapan operasional penerbangan haji di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Kamis (12/7).

Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Iwan Joeniarto mengatakan, Garuda Indonesia Grup diharapkan mampu menyediakan layanan yang aman dan nyaman bagi seluruh jamaah haji dalam perjalanan menuju tanah suci. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Garuda Indonesia Grup dalam penerbangan haji tahun 2018, maka akan berkomitmen penuh memberikan kontribusi maksimal.

"Tentunya memberikan jaminan bahwa pesawat yang digunakan semuanya dalam kondisi sehat dan layak terbang dan mampu mencerminkan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima dengan kualitas terbaik," ujarnya.

Ia menyampaikan, penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua tahap, fase keberangkatan dan fase pemulangan. Fase keberangkatan akan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pemberangkatan pada 17 Juli - 29 Juli 2018 menuju Madinah. Gelombang kedua diberangkatkan pada 30 Juli - 15 Agustus 2018 menuju Jeddah.

Sementara, dijelaskan dia, Fase pemulangan akan ada dua gelombang. Gelombang pertama pada 26 Agustus - 7 September 2018 dari Jeddah ke Indonesia. Gelombang kedua dimulai pada 8 September - 25 September 2018 dari Madinah ke Indonesia.

Redaktur : Ichsan Emrald Alamsyah
Reporter : Fuji E Permana