Garuda Prediksi Perjalanan Pulang Haji Lebih Lama
Selasa , 10 Jul 2018, 17:59 WIB

Republika/Edwin Dwi Putranto
Penerbangan jamaah haji.

IHRAM.CO.ID, SOLO -- Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memprediksi perjalanan kepulangan haji tahun ini akan lebih lama dibandingkan keberangkatan karena masalah cuaca.

"Lama keterlambatan kemungkinan mencapai 45 menit. Normalnya, durasi perjalanan adalah 11 jam lebih 45 menit," kata Station Manager Garuda Indonesia Surakarta, Totok Suwarto di Solo, Selasa (10/7).

Ia mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena arah angin saat perjalanan pulang berlawanan dengan arah pesawat. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada kecepatan pesawat yang tidak bisa maksimal.

"Dua bulan ke depan arah angin akan bergerak dari arah depan atau head wind sehingga akan menghambat kecepatan pesawat," katanya.

Meski demikian, secara umum kondisi tersebut tidak akan berdampak pada proses kepulangan haji asal Indonesia. General Manajer Garuda Indonesia Cabang Surakarta Hendrawan mengatakan pada tahun ini embarkasi Solo akan memberangkatkan sebanyak 34.112 calon haji yang terbagi dalam 95 kloter.

Berdasarkan jadwal, keberangkatan gelombang I mulai 17-29 Juli 2018 dengan rute Solo-Madinah transit di Padang. Sedangkan gelombang II pada 31 Juli-15 Agustus rute Solo-Jeddah transit Padang.

Sedangkan jadwal kepulangan pada 26 Agustus-7 September dari Jeddah ke Solo dengan melalui transit di Ahmedabad di India. Selanjutnya, untuk gelombang II pada 8-25 September berangkat dari Madinah dengan tujuan dan transit yang sama.

"Untuk proses pemberangkatan tersebut dalam satu harinya akan ada sekitar tiga-empat pemberangkatan. Maskapai yang kami gunakan tipe Airbus A330 dengan kapasitas 360 seat," katanya.

Baca juga: Kru Kabin Lokal Garuda Layani Jamaah Haji Embarkasi Solo

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara