Garuda Prediksi Penerbangan Haji Terjadi Penambahan Waktu
Rabu , 11 July 2018, 06:00 WIB

M Agung Rajasa/Antara
Calon jamaah haji menaiki tangga pesawat Garuda Indonesia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, SOLO -- Garuda Indonesia memprediksi terjadinya penambahan waktu penerbangan Indonesia-Saudi Arabia saat musim pemberangkatan haji berlangsung. Penambahan waktu tempuh penerbangan itu diperkirakan karena adanya tambahan waktu penerbangan di udara sebagai dampak kondisi cuaca.

Reguler Stasiun Manager Garuda Indonesia sekaligus Penanggungjawab Operasional Pemberangkatan Jamaah Haji Embarkasi Solo, Jawa Tengah, Totok Suwarto memprediksi arah angin yang datang dari Timur Tengah pada awal musim pemberangkatan haji akan menghambat kecepatan terbang pesawat.

“Jadi dipengaruhi temperatur, arah angin. Ke depan arah angin dari Timur Tengah ke Indonesia. Kalau pesawat terbang itu dari depan istilahnya head wind, lawan arus dan itu menghambat kecepatan pesawat,” tutur Totok dalam konferensi pers Selasa (10/7).

Totok mengatakan penerbangan Indonesia-Saudi Arabia normalnya memakan waktu tempuh 11 jam 45 menit. Namun jika terjadi head wind maka watu tempuh pun diperkirakan bertambah 45 menit. Meski demikian untuk pemulangan jamaah haji, ia optimistis penerbangan akan sesuai terlebih Bandara King Abdul Aziz Saudi Arabia telah mempunyai sistem khusus untuk mengatasi crowded saat pemulangan jamaah haji berlangsung pada Agustus mendatang.

“Kalau di Bandara Arab Saudi sudah ada antisipasi keterlambatan mereka punya sistem untuk mengatur lalu lintas udara. Jadi sudah ada solusi crowded di bandara King Abdul Aziz,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager Garuda Indoesia Solo Hendrawan memaparkan Garuda Indonesia akan melayani pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji dari Embarkasi Solo mulai 17 Juli sampai 25 September.

Untuk pemberangkatan, Garuda Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji Solo gelombang pertama mulai tanggal 17 hingga 29 Juli dengan rute penerbangan Solo-Padang (Transit)-Madinah. Kemudian gelombang kedua pada 30 Juli hinga 15 Agustus dengan rute Solo-Padang (transit)-Jeddah.

Begitupun untuk pemulangan jamaah haji yang akan dibagi menjadi dua gelombang. Untuk gelombang pemulangan jamaah Embarkasi Solo pertama dimulai pada 26 Agustus hingga 7 September dengan rute Jeddah-Ahmedabad India (Transit)-Solo. Sedang untuk pemulangan gelombang kedua di mulai 8 September hingga 25 September dengan rute Madinah-Ahmedabad India (transit)-Solo.

“Dari rencana perjalanan tersebut embarkasi Solo mengangkut sebanyak 34.112 jamaah yang dibagi dalam 95 kloter dan akan diterbangkan dengan lima pesawat yang disiapkan di Solo tipe A330,” kata Hendrawan.

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Andrian Saputra