Kemenag akan Panggil PPIU Soal Wafatnya Jamaah Umrah
Rabu , 20 Jun 2018, 16:58 WIB

Antara/ca
Jamaah haji wafat (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan memanggil Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan jamaah umrah yang wafat di Arab Saufi, yaitu PT Tarwiyah Semesta. Hal ini disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim.

"Kami mulai berkantor hari Kamis (besok). Hari itu juga kami akan proses pemanggilan Direktur PT Tarwiyah Semesta. Kami harap bisa bertemu mereka hari Jumat," ujar Arfi dilansir laman resmi Kemenag, Rabu (20/6).

Seperti diketahui, sebelumnya tujuh jamaah umrah mengalami musibah kecelakaan dalam perjalanan dari Madinah ke Jeddah, Arab Saudi. Sebanyak tiga jamaah wafat, empat lainnya mengalami luka-luka, dari berat hingga ringan. "Pihak PT Tarwiyah Semesta baru menyampaikan laporan awal berupa catatan kronologis peristiwa," ucapnya.

Menurut Arfi, pemanggilan pimpinan PPIU tersebut diperlukan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap terkait proses penanganan jamaah umrah yang berangkat pada 5 Juni tersebut. "Kami akan menggali keterangan dari PPIU secara lebih dalam dan jika dimungkinkan juga kepada keluarga korban," katanya

Tiga korban wafat adalah Frieda Said (75 tahun), Ulfana Said (53 tahun) dan Elfina Said (49). Jamaah yang luka berat yaitu Azwar Umar dengan patah tulang rusak dan Dea  (anak Azwar Umar) yang mengalami patah tulang belakang. Sementara itu, Adel dan Lifia (anak Azwar Umar) mengalami luka ringan di tangan dan kaki.

"Sejak awal mereka sudah ditangani dan akan mendapatkan pendampingan dari Kedutaan Besar serta Konsulat Jenderal RI di Jeddah sampai sembuh dan kembali ke Tanah Air," jelas Arfi.

Arfi pun mengingatkan agar PPIU memberikan layanan transportasi yang baik bagi jamaah umrah selama di Saudi, khususnya dalam perjalanan jauh dari Jeddah-Madinah-Makkah. Jamaah juga diminta untuk memastikan layanan transportasi yang disiapkan PPIU sesuai standar. Dengan begitu, potensi terjadinya kecelakaan diharapkan bisa dihindari atau diminimalisir.

 

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Muhyiddin