Seorang Peziarah Melompat dari Atap Masjidil Haram
Ahad , 10 Juni 2018, 12:57 WIB

suadigazette
Suasana Masjidil Haram dilihat dari udara

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Pihak kepolisan Arab Saudi yang menjaga area Makkah mengumumkan kematian seorang pria yang melemparkan dirinya dari atap Masjid Al-Haram (Masjidil Haram). Dia diduga kuat melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari pagar yang membatasi lantai atas masjid ke lantai dasar yang menjadi pusat kerumunan jamaah yang melakukan tawaf.

Seorang juru bicara polisi mengatakan insiden itu terjadi pada pukul 9.20 malam. Jumat lalu (8/6). Kejatuhan pria utu menyebabkan kematian pria itu seketika.

“Mayat pria terduga pelaku bunuh diri itu dipindahkan ke rumah sakit,” kata juru bicara itu seperti dilansir Saudigazette.

Pihak kepolisian setempat terus melakukan investigasi akibat  insiden itu. Hal ini terutama untuk mengetahui identitas dan alasan yang terjadi di balik tingkah laku nekad pria itu. “Ini menjadi tanda tanya karena lantai atas Masjidil Haram itu sudah didirkan pagar keliling yang kuat untuk melindungi orang-orang agar tidak jatuh, “ tambahnya.

Lantai atas Masjidil Haram selama ini menjadi  salah satu tempat favorit para peziarah di Masjidil Haram, terutama pada waktu sore dan malam hari. Dari atas sana para peziarah bisa memandang secara leluasa kerumunan orang yang melakukan tawaf di sekitar Ka’bah (mataf). Bahkan dari lantai yang berada di atap ini mereka bisa melakukan tawaf meski jarak tempuhnya semakin jauh, hingga bisa mencapi 1.5 kilometer untuk sekali putaran.

Bila menjelang Maghrib seiring berpendarnya lampu, para peziarah juga melihat menara jam yang menjadi kebanggaan kota Makkah dan suasana sekitar Masjidil Haram. Di pagi hari, sebelum terik menyengat, pemandangan area kota Makkah dan pegunungan sekitarnya dari atas juga bisa terlihat.

Saat adzan berkumandang lampu di menara itu berkelap kelip. Cahaya lampu Masjidil Haram bisa terlihat dari jauh, bahkan dari arah sebelum masuk kota Makkah. Suasana pada sore bila tak hujan sangat nyaman. Karpet dan tempat minum air Zamzam tersedia dengan cukup. Tempat ini bisa dicapai dengan naik eksavator dan tangga. Para asykar selalu mengawasi tempat itu.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : saudi gazette