Bandara Kertajati Dipastikan Jadi Embarkasi Antara
Rabu , 23 May 2018, 05:01 WIB

Raisan Al Farisi/Antara
Foto udara landasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/4). PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan pengembangan landasan pacu (runway) yang mencapai 3.000 x 60 meter di BIJB akan rampung pada Oktober mendatang.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sekda Pemprov Jawa Barat (Jabar) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat, Iwa Karniwa, memastikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat siap menjadi pemberangkatan atau embarkasi calon jamaah haji tahun ini. Iwa menjelaskan, bandara tersebut akan menjadi embarkasi antara pada musim haji tahun ini.

"Ini (Bandara Kertajati) embarkasi antara. Jadi dari Kertajati ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dulu. Baru ke Soetta menggunakan Airbus 330," kata Iwa usai rapat koordinasi di Kementarian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Selasa (22/5).

Dia memgatakan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memastikan pesawat tipe Airbuss 330 sudah bisa mendarat di Bandara Kertajati yang saat ini masih memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter. Dengan begitu meski landasan pacu belum sepanjang tiga ribu meter, Iwa menuturkan bandara tersebut bisa menjadi embarkasi antara.

Selanjutnya, Iwa menegaskan semua pihak terkait sudah siap jika Bandara Kertajati menjadi embarkasi haji tahun ini. "Alhamdulillah dari Kemenhub sudah siap, dari bea cukai juga sudah siap. Pemprov Jabar juga siap dengan adanya sedikit ada tambahan biaya tapi tidak masalah," tutur Iwa.

Selain itu, Iwa memastikan maskapai Garuda Indonesia juga sudah siap untuk mendukung Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji. Dengan begitu menurutnya dalam waktu sebulan ke depan tinggal menyelesaikan beberapa hal untuk kesiapan Bandara Kertajati.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dari Bandara Kertajati menuju Soetta memang membutuhkan waktu yang singkat. "Mungkin kira-kira sampai 45 menit (lama perjalanan dari Bandara Kertajati ke Soetta)," ungkap Budi usai rapat koordinasi di Kementarian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Selasa (22/5).

Budi juga memastikan landasan pacu Bandara Kertajati tidak bermasalah. Dia mengakui Airbuss 777 memang belum bisa mendarat di Bandara Kertajati karena landasan pacu belum memadai, namun Airbuss 330 menurutnya bisa menjadi alternatif.

Untuk itu, Budi mengatakan pihaknya akan menyiapkan Bandara Kertajati sebaik mungkin termasuk keamanannya. "Pokoknya kita tidak akan melanggar ketentuan berkaitan dengan keselamatan," ungkap Budi.

Bandara Kertajati dibangun dengan nilai investasi senilai Rp 2,6 juta triliun. Bandara tersebut nantinya akan dikelola oleh PT Bandara Internasional Jawa Barat (BUJT) yang menerima penyertaan modal sebanyak 20 persen dari PT Angkasa Pura II (Persero).

Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : rahayu subekti