Pemerintah Sebut Persiapan Layanan Haji Telah Selesai
Selasa , 15 Mei 2018, 05:07 WIB

Republika/Nasih Nasrullah
Direktur pelayanan luar negeri Ditjen PHU Sri Ilham Lubis.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya menyiapkan berbagai perbaikan haji tahun ini. Sejumlah fasilitas baik akomodasi, transportasi dan katering diperbaiki guna meningkatkan kualitas layanan terhadap jamaah haji.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI Sri Ilham Lubis, mengatakan fasilitas tersebut bisa dikatakan telah selesai 100 persen."Hasil evaluasi tahun lalu langsung kita perbaiki pada tahun ini, maka kami berupaya meningkatkan. Persiapan bisa 100 persen selesai oleh tim kami," ujarnya ketika dihubungi Republika, Jakarta, Senin (14/5).

Semisal, peningkatan pelayanan terhadap jamaah haji, diantaranya meningkatnya jatah makan jamaah haji di Makkah menjadi 40 kali. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu hanya 25 kali untuk di Makkah dan di Madinah tetap 18 kali." Pelayanan katering baik secara kualitas dan kuantitas meingkat. Makan jamaah haji nantinya akan menggunakan juru masak dari Indonesia yang profesional," jelasnya.

Selain itu, lanjut Sri Ilham, sistem pemondokan di Madinah telah menggunakan sistem sewa satu musim penuh. Di mana, lama waktu tinggal jamaah di Arab Saudi ditambah dari 39 hari menjadi 41 hari.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistem blocking time atau sesuai dengan kedatangan jamaah," ujar ucapnya.

Di sisi lain, kata Sri Ilham, telah dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas tenda dan toilet di Mina. Hal ini malah sudah disepakati dalam pembahasan Panja BPIH yang dilakukan sejak Januari 2018.

"Tahun lalu jamaah mengeluhkan kekurangan toilet dan adanya antrian panjang ketika menginap di Mina. Adanya hal itu maka kita telah ditingkatkan layannya meski juga adanya penambahan jamaah seluruh dunia," ungkapnya.

 

Selanjutnya, kata Sri Ilham, layanan transportasi ditingkatkan dengan menaikkan l pelayanan bus masyair, bus menuju Armina, peningkatan kualitas pelayanan transportasi antarkota perhajian, dan layanan transportasi bus shalawat dengan penyesuaian rasio rata-rata 450 orang per bus.

"Terakhir, kami juga menyepakati penambahan petugas haji menjadi 4.100 orang sesuai dengan peningkatan kuota haji,'' katanya.


Redaktur : Muhammad Subarkah