Saudi Resmikan Forum Penelitian Ilmiah Haji dan Umrah
Rabu , 02 May 2018, 09:06 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Suasana di halaman Masjid Nabawi usai shalat Subuh.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal meresmikan Forum Penelitian Ilmiah Haji, Umrah dan Ziarah ke-18, Selasa (1/5). Forum disertai dengan pameran yang diselenggarakan Penjaga dari Dua Masjid Suci untuk Penelitian Haji dan Umrah di Universitas Umm Al-Qura di Makkah.

Dekan Lembaga Kustodian Dua Masjid Suci untuk Penelitian Haji dan Umrah, Sami bin Yassin Brahmana menjelaskan, forum tersebut adalah bagian dari serangkaian forum ilmiah yang telah diselenggarakan oleh universitas setiap tahun. Forum sudah aktif sejak 1422 Hijriyah (2001).

"Acara ini menyatukan para peneliti, ahli dan pejabat di bidang haji, umrah dan ziarah untuk berbagi pengalaman, penelitian, studi, dan proposal mereka," katanya dilansir di Arab News.

Brahmana mengatakan persetujuan kerajaan telah dikeluarkan pada 1434 H (2012) untuk menggabungkan Forum Ilmiah Penelitian Haji dan Forum Penelitian Madinah. Persetujuan itu menghasilkan satu forum yang diberi nama Forum Penelitian Ilmiah Haji, Umrah dan Ziarah. Acara diadakan setiap tahun di bawah perlindungan Raja Salman. "Tahun ini, panitia penyelenggara forum telah menerima 140 makalah ilmiah, 57 di antaranya telah diterima," katanya.

Sebanyak 11 dari makalah ilmiah yang diterima disampaikan oleh pemerintah, sipil, dan badan akademik. Selama enam sesi, topik yang dibahas mencakup masa depan layanan Haji dan Umrah dalam Visi 2030, studi teknis dan media, studi teknik, studi lingkungan dan kesehatan, prestasi dan inisiatif yang melayani tamu Makkah dan Madinah, dan administrasi dan sosial studi.

Rektor Universitas Umm Al-Qura, Abdullah Omar Bahasin Bafil mengatakan, forum tersebut adalah bukti upaya pemerintah Saudi melayani para pengunjung Makkah dan Madinah. Studi-studi dan lembar kerja yang disajikan oleh forum tahun ini dan forum sebelumnya dinilai akan memberikan kontribusi langsung untuk mencapai tujuan Visi 2030.

Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas untuk menyambut lebih banyak pengunjung ke tempat-tempat suci di Mekkah dan Madinah. "Institut ini mengamankan beberapa kemitraan strategis tahun lalu dengan Kantor Pencapaian Visi 2030 di Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Pariwisata dan lainnya untuk mengembangkan inisiatif berkualitas," katanya.

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Lida Puspaningtyas