Grand Sheikh Al-Azhar Tiba di Jakarta
Senin , 30 April 2018, 01:39 WIB

REPUBLIKA/Muhyiddin
Grand Syeikh Al Azhar Ahmed Muhammed Eltayyeb tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Ahad (29/4) malam pukul 22.20 WIB.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Grand Sheikh al-Azhar, Ahmed Muhammaed Ahmed Eltayyeb, berkunjung ke Indonesia untuk ketiga kalinya. Dengan mengenakan gamis warna abu-abu dan kopiah paduan warna putih merah, Grand Sheikh al-Azhar tiba di tempat kedatangan tamu VVIP Bandara Halim Perdana Kusuma, Ahad (29/4) malam pukul 22.20 WIB.

Setelah turun dari pesawat khusus, Grand Sheikh al-Azhar langsung disambut oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof Din Syamsuddin. Sebelum meneruskan ke penginapan, Syekh al-Azhar sempat duduk berbincang sejenak dengan tokoh Indonesia yang menyambut.

Berdasarkan pantuan Republika.co.id, tampak pula sejumlah tokoh lainnya, seperti ahli tafsir Indonesia M Quraish Shihab, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan juga Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin yang mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Din mengatakan, kedatangan Syekh al-Azhar dengan romobongan besarnya dalam rangka menghadiri kegiatan Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyyah di Novotel, Bogor, Selasa (1/5). Menurut dia, belum ada pembicaraan serius yang dibahas dalam penyambutan Syekh al-Azhar. Din baru mengucapkan selama datang di Indonesia.

"Kami ucapkan ahlan wasahlan di negara Anda yang kedua, dan ini untuk ketiga kalinya. Sungguh membahagiakan kita semua. Dia pun mengatakan kebahagiannya bisa datang ke Indonesia. Selebihnya belum masuk ke substansi," ujar Din saat ditemui setelah acara penyambutan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Ahad (29/4) malam.

 

Menurut Din, Syekh al-Azhar sengaja diundang adalam acara KTT karena seorang ulama yang mempunyai pengaruh besar di dunia Islam. Menurut dia, saat pihaknya menyampaikan undangan dari Presiden Joko Widodo, Syekh al-Azhar langusng menyatakan kesediaannya untuk datang karena tertarik dengan Islam Indonesia yang dianggapnya berwawasan wasthiyah (jalan tengah).

 

Redaktur : Israr Itah
Reporter : Muhyiddin