Kebutuhan Transportasi Jamaah Haji Terpenuhi
Kamis , 26 April 2018, 19:38 WIB

ROL/Ani Nursalikah
Kabud Transportasi Darat Subhan Cholid cek kesiapan bus Shalawat.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Kebutuhan layanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia sudah terpenuhi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Penyediaan Transportasi Haji Subhan Cholid di Jeddah saat akan bertolak ke Tanah Air.

Bersama tim, Subhan yang juga Kasubdit Transportasi pada Direktorat Layanan Haji Luar Negeri Kemenag bertugas selama kurang lebih 50 hari di Arab Saudi. Mereka diberi tanggung jawab untuk menyiapkan layanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia.

“Seluruh kebutuhan dalam penyediaan transportasi haji pada musim ini sudah terpenuhi,” kata Subhan di Jeddah, Kamis (26/4) dini hari waktu Saudi. 

“Proses penyediaan sudah 100 persen, tinggal kontrak saja. Konsul Haji telah mengonfirmasi bawa surat undangan kepada perusahaan terpilih untuk penandatanganan kontrak juga sudah dilayangkan. Rencananya, 30 April kontrak itu ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang terpilih,” sambungnya.

Menurut Subhan, selama di Saudi, jamaah akan mendapat tiga layanan transportasi, yaitu: antar kota perhajian, bus shalawat, dan transportasi Armina (masya’ir). Dua layanan pertama menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, sedang yang ketiga menjadi tanggung jawab Naqabah (organda) Saudi.

“Untuk layanan antar kota, sudah terpilih tujuh perusahaan. Sedang untuk angkutan sholawat terpilih dua perusahaan. Dengan telah terpilihnya perusahaan tersebut, maka tim tinggal menyelesaikan penyusunan akhir rute-rute, letak halte, dan arah terminal,” kata Subhan.

Subhan mengaku, pihaknya sudah bersepakat dengan perusahaan bahwa bus yang dioperasikan paling lama diproduksi tahun 2013, atau usia maksimal lima tahun. Pihak perusahaan terpilih telah berkomitmen untuk memberikan armada terbaik.

 

“Untuk rute dari bandara Madinah menuju hotel di Madinah dan bandara di Jeddah menuju Makkah, layanan upgrade-nya dilakukan Naqabah,” kata Subhan.

“Rute dari Madinah ke Makkah, Makkah ke Jeddah, Makkah ke Madinah, serta dari pemondokan Madinah menuju ke bandara Madinah upgrade-nya dilaksanakan misi haji. Perusahaan yang terpilih sudah berkomitmen (pada kontrak) untuk memberikan armada yang terbaik untuk kita,” lanjutnya.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : kemenag.go.id