Madinah Berbenah Menjadi Pusat Situs dan Sejarah Islam
Kamis , 29 Maret 2018, 05:09 WIB

arabnews.com
Festivak menunggang kuda di Madinah.

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Bagi Arab Saudi merupakan tugas sekaligus langkah besar untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Madinah sebagau salah satu daerah wisata paling penting di Arab Saudi. Wilayah ini memiliki banyak situs Islam dan sejarah, sebagian besar dari mereka terkait dengan kehidupan Nabi Muhammad (saw).

Di wilayah Madinah misalnya ada masjid bersejarah dan lokasi pertempuran di zaman nabi Muhammad SAW seperti Gunung Uhud. Maka setelah Kerajaan Arab Saudi menetapkan Madinah sebagai ibukota budaya Islam pada tahun 2013 dan ibukota pariwisata Islam pada tahun 2017, di wilayah ini dapat disaksikan kemajuan luar biasa di sektor pariwisata.

Khalid bin Hussein Al-Shahrani, direktur cabang Madinah Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH), mengatakan kepada Arab News: "Madinah menyaksikan aktivitas berkelanjutan di sektor pariwisata berkat Pangeran Faisal bin Salman, gubernur Wilayah Madinah dan ketua Dewan Pengembangan Pariwisata di wilayah tersebut.

"Madinah adalah dianggap sebagai salah satu pilar dari Program Transformasi Nasional (NTP) 2020 dan Visi 2030  Arab Saudi. Oleh karena itu, Tourism Board Pembangunan berupaya untuk merevitalisasi pariwisata melalui banyak langkah, zoals pembangunan sarana dan situs layanan di Penambahan penyusunan sektor akomodasi turis yang memiliki 565 fasilitas di daerah Madinah, serta paket kegiatan dan program hiburan," katanya seperti dilansir Arab News.com.

Kawasan ini, lanjut Al Sahrani, juga akan menerapkan sejumlah proyek investasi yang akan berkontribusi pada revitalisasi pariwisata, memberikan pendapatan dan lebih banyak peluang kerja di sektor vital ini.

Dia mengatakan Madinah memiliki 173 agen perjalanan dan pariwisata berlisensi dan SCTH adalah untuk lisensi 55 operator tur dan delapan kantor untuk pemesanan akomodasi wisata. Jumlah pemandu wisata terakreditasi di SCTH di Madinah telah mencapai 63 orang. Shahrani juga mencatat bahwa Madinah menjalankan bus pariwisata, yang mencakup situs sejarah, warisan dan wisata di wilayah tersebut. Proyek ini diluncurkan bersamaan dengan Madinah sebagai ibukota pariwisata Islam untuk tahun 2017.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : arab news