DPR dan Kemenag akan Undang Garuda Tetapkan BPIH 2018
Senin , 05 March 2018, 11:31 WIB

ROL/Ani Nursalikah
Jamaah Haji Indonesia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua panitia kerja (Panja) DPR sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Noor Achmad mengatakan ia dan Panja dari Kemenag akan kembali melakukan pembahasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji 2018 pada Senin (5/3) malam.

"Nanti malam masih konsinyering dengan BPIH Kemenag masih melanjutkan biaya penerbangan dengan mengundang pihak maskapai lagi, pertamina dan Kementerian Perhubungan," ujar Noor saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (5/3).

Ia mengatakan, dalam pembahasan BPIH kali ini, ia akan meminta Maskapai Garuda Indonesia bisa menurunkan harga tiket sehingga bisa menekan BPIH yang diusulkan Kemenag sebesar Rp 35.790.982. "Kita minta supaya Garuda bisa menurunkan harganya karena masih dinilai terlalu tinggi. Demikian juga yang perumahan dan katering," ucapnya.

Ia mengatakan kegiatan konsinyering akan dilakukan selama tiga hari, sehingga bisa dibahas lebih fokus dalam rapat komisi yang akan digelar 12 Maret mendatang. "Kita jadwalkan tiga hari konsenyering pembahasan supaya fokus nanti tanggal 12 dibawa rapat di Komisi dan sore harinya kita undang Menteri Agama dan pada hari itu insya Allah sudah bisa kita umumkan bersama Kemenag," kata Noor.

Untuk diketahui, Panitia Kerja (Panja) Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI telah melakukan rapat perdana terkait kenaikan biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 sejak Kamis, 2 Januari 2018. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah mengusulkan kepada Komisi VIII agar ongkos haji tahun ini naik 2,58 persen atau Rp 900.670. Dengan demikian, biaya ongkos haji tahun 2017 yang sebesar Rp 34.890.312 akan naik menjadi Rp 35.790.982

Namun, hal ini masih perlu dikaji lagi bersama Komisi VIII DPR RI. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Muhadjirin Yanis menargetkan Maret ini BPIH 2018 sudah bisa ditetapkan. "Kita berharap sebelum berakhir Maret sudah selesai penetapannya. Lebih cepat, lebih bagus," ujarnya kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (5/3).

Redaktur : Ani Nursalikah
Reporter : Muhyiddin