Tiga Usulan KJRI Tingkatkan Pelayanan Jamaah Haji
Ahad , 04 Maret 2018, 12:22 WIB

Umi Nur Fadhilah
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan mengadakan pelayanan pembuatan paspor haji pada 650 calon jamaah haji, Sabtu (3/3).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA - Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, melakukan pembicaraan sejumlah agenda dengan Kepala Imigrasi/jawazat Provinsi Madinah Al-Munawwarah, Dr. Khalid Muhammad Al Huwayshi.

Pertemuan yang berlangsung di kantor wilayah imigrasi/jawazat Madinah, bertujuan menjajaki kerja sama untuk meningkatkan pelayanan keimigrasian bagi para jemaah haji Indonesia (JHI).

KJRI Jeddah dalam pertemuan tersebut mengusulkan tiga opsi untuk meningkatkan pelayanan keimigrasian kepada jamaah haji Indonesia. Hal ini adalah pertama pengambilan biometrik jamaah dengan mobile unit oleh pejabat/petugas Imigrasi Arab Saudi di Indonesia sebelum keberangkatan. Kedua, melakukan integrasi biometrik data antar kesisteman Imigrasi Saudi Arabia dan Indonesia.

Ketiga melakukan sosialisasi oleh pejabat Imigrasi Arab Saudi bagi jamaah di Indonesia (embarkasi Haji) mengenai teknik penerapan sidik jari yang mudah saat pemeriksaan keimigrasian baik kedatangan maupun kepulangan dari Saudi Arabia.

"Dengan mengintegrasikan kesisteman data biometrik jamaah dengan sistem yang ada di imigrasi Saudi, kami dapat manfaatkannya sekaligus untuk verifikasi dini jejak rekam jemaah yang sebelumnya pernah tinggal di Arab Saudi, dan memudahkan proses pemeriksaan keimigrasian jamaah baik saat kedatangan maupun pemulangan pada musim haji," ucap Konjen dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Jakarta, Ahad (4/3).

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah dari segala usia, KJRI Jeddah menyampaikan masukan kepada pihak imigrasi Madinah agar disediakan konter pelayanan khusus bagi jemaah haji usia lanjut saat pemeriksaan keimigrasian.

"Kami juga menyampaikan permintaan kepada pejabat imigrasi Madinah update berkesinambungan peraturan keimigrasian terbaru yang dapat disosialisasikan kepada WNI yang tinggal di wilayah kerja KJRI Jeddah," imbuh Konjen.

Merespons usulan tersebut, Mayor Jenderal Khalid Muhammad Al Huwayshi secara prinsip menyambut baik kemungkinan mengintegrasikan kesisteman biometrik jamaah yang telah terdata di sistem Indonesia, dan akan menyampaikan secara resmi kepada Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

"Kami segera melakukan rapat dengan instansi terkait di Bandara Internasional Madinah," ujarnya.

Namun, untuk sementara yang kemungkinan menjadi kendala adalah jumlah haji Indonesia yang sangat tinggi, yakni mencapai 221 ribu orang.

Berbeda dengan penerapan sebelumnya tahun 2017 yang diujicobakan bagi negara Malaysia yang hanya berjumlah 3 (tiga) kloter. Lancar dan cepat saat pemeriksaan keimigrasiannya di sini (Arab Saudi), sambungnya.

Sementara Kepala Imigrasi/Jawazat Kantor Wilayah Madinah didampingi sekretarisnya Kolonel (Akid) Hisyam Al Juhaeni menyampaikan apresiasi kepada Imigrasi/Jawazat Kantor Wilayah Imigrasi/Jawazat Provinsi Madinah Al Munawaroh yang telah memberikan dukungan sangat baik dari aspek keimigrasian dalam penyelesaian permasalahan WNI di wilayah Madinah dan layanan jemaah haji dan umrah secara reguler.

KJRI Jeddah, demikian Konjen, berkomitmen untuk melakukan komunikasi dan mempererat kerja sama dengan pihak berwenang Arab Saudi dalam rangka meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi WNI, baik yang bermukim maupun yang datang ke Arab Saudi dalam rangka ibadah umrah atau haji.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Reporter : novita intan