Lain Kali, GP Ansor Lantunkan Yaa Lal Wathon Pelan-Pelan
Kamis , 01 Maret 2018, 13:30 WIB

Republika/Bowo Pribadi
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas meyampaikan paparannya pada Dialog Pencegahan Faham Radikal Terorisme dan ISIS bagi Pemuda Ansor se- Jawa Tengah di Balai Diponegoro, Semarang, Kamis (28/4).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Banser Ansor akan melantunkan syair yaa lal wathon secara pelan-pelan di lain kesempatan. Komentar ini menyusul sikap kontra dari sejumlah pihak di Tanah Air terkait melantunkan nyanyian bersama saat sa'i.

Yaqut juga menyampaikan, permintaan maaf jika aksi mereka sampai mengancam hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. Menurutnya, sudah jelas bahwa lain kali Banser Ansor akan lebih hati-hati.

"Lho kan jelas, kalau itu dianggap mengganggu hubungan diplomatik, untuk umrah yang akan datang, bisa saja kita lantunkan yaa lal wathon secara sirri (pelan), agar tidak dianggap mengganggu kan?," katanya pada Republika.co.id, Rabu (28/2).

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu menyampaikan, menyanyikan syair yaa lal wathon saat sa'i adalah spontanitas. Banser GP Ansor mengaku, tidak pernah menduga responnya akan sampai demikian. Saat insiden pun, mereka tidak mendapat teguran dari pihak keamanan Saudi.

 

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU), Asnawi Ridwan sebelumnya mengatakan, menggaungkan syair yaa lal wathan saat pelaksanaan sa'i adalah sebuah kebaikan.

"Akan tetapi, ada syaratnya, yakni tidak disuarakan dengan arogan hingga mengganggu yang lain," ujarnya. Menurut Asnawi, syair ini juga termasuk kategori zikir karena mengajak pada dua kebaikan, yakni mengingat Allah dan mengajak cinta Tanah Air.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Lida Puspaningtyas