Saudi Imbau Jamaah Jaga Etika di Tanah Suci
Kamis , 01 Maret 2018, 06:13 WIB

Terkait jamaah umrah Indonesia yang menyanyikan lagu "Yaa Lal Wathan" saat sa’i, Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, hal itu merupakan spontanitas. Ia meminta maaf jika hal itu dianggap mengganggu hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi.

"Jadi, syair "Yaa Lal Wathan" yang dikumandangkan Banser di mas'a (tempat sa'i) itu adalah murni spontanitas," ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, Rabu (28/2).

Spontanitas itu, menurut dia, muncul dari kebiasaan yang selama ini dilakukan oleh sahabat-sahabat Banser di Tanah Air atas situasi yang dirasakan mengancam persatuan bangsa. "Ketika sa'i itu, ada ruang kosong sekitar 20 meter menjelang Bukit Marwa, di situlah spontanitas muncul," katanya.

Sekali lagi ia menekankan, hal itu terjadi semata-mata karena kecintaan kepada Tanah Air dan sama sekali tidak ada muatan politis. Jika kemudian hal itu dianggap mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi, Banser GP Ansor tidak pernah menduga akan sampai demikian.

Kasubdit Bimbingan Jamaah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Endang Jumali mengatakan, pihaknya tetap berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait aktivitas kurang lazim yang dilakukan jamaah umrah Indonesia saat sa’i.

Menindaklanjuti info dari KBRI di Arab Saudi, ia mengatakan, Kemenag segera mengirimkan edaran kepada pihak-pihak terkait, seperti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan travel-travel umrah. Melalui edaran itu, pihak KBIH dan travel diminta melakukan manasik yang berpedoman pada ketentuan dari Kemenag.

"Selanjutnya, meminta agar jamaah menjaga kesakralan tempat suci, yaitu Masjid al-Haram. Dan agar mereka menjaga dan menaati aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi," kata Endang.

Imbauan juga disampaikan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh. Ia meminta seluruh ekspatriat ataupun jamaah haji dan umrah Indonesia untuk mematuhi peraturan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi.  (kiki sakinah, Pengolah: wachidah handasah).

Redaktur : Elba Damhuri
Reporter : Erdy Nasrul, Lida Puspaningtyas