Hubungan Saudi dan Afganistan
Selasa , 27 Februari 2018, 08:26 WIB

saudigazette.com
Masjidil Haram masa kini

IHRAM.CO.ID,  KABUL -- Kerajaan Arab Saudi (KSA) dan Afghanistan terus menjaga hubungan baik kedua negara. Para pemimpinnya sepakat meningkatkan hubungan strategis di segala bidang termasuk haji.

Menurut sumber diplomatik KSA, Arab Saudi adalah jantung Islam dan Afghanistan adalah pendukung beratnya. Riyadh di bawah kepemimpinan penjaga dua Masjid suci Raja Salman bin Abdulaziz telah melakukan perluasan masjid terbesar.

Ekspansi tersebut terbesar yang pernah ada dalam sejarah Islam. Secara bertahap, perkembangannya dapat meningkatkan jumlah jamaah haji dan umrah setiap tahun.

Selain itu, konstruksi layanan kereta api antara Makkah dan Madinah dengan biaya 60 miliar riyal merupakan upaya lain yang ditawarkan oleh kerajaan untuk memfasilitasi para peziarah.

Namun, pemerintah Saudi menentang upaya untuk mempolitisasi haji atau internasionalisasi administrasi Haramin. KSA mengklaim telah berhasil mengatur semua musim haji dengan sempurna.

Penasihat Chief Executive Office Paenda Hekmat mengatakan bahwa tidak ada pemerintah atau organisasi yang bisa mengelola urusan haji dan umrah dengan lebih baik. "Arab Saudi memiliki pengalaman lebih besar dalam hal ini," katanya pada Pajhwok Afghan News, Senin (26/2).

Hubungan Arab Saudi dan Afghanistan sudah teruji dalam hal ini. Afganistan mendukung penuh klaim KSA. Pemimpin kedua negara sangat antusias untuk meningkatkan hubungan lebih lanjut.

Pemerintah Afghanistan sepenuhnya mendukung semua tindakan KSA untuk menjamin keamanan jamaah haji. Kabul juga menolak upaya apapun untuk mempolitisasi haji atau internasionalisasi administrasi Haramain.

Pemerintah Afghanistan telah menyatakan dukungannya terhadap Visi 2030 Arab Saudi yang telah diluncurkan oleh Putra Mahkota Kerajaan, Muhammad bin Salman. Salah satu harapan yang tercakup dalam Visi 2030 adalah rencana meningkatkan jumlah jamaah haji dan umroh.

Selain itu memberikan pelayanan yang baik kepada 30 juta jemaah haji dan umroh pada tahun 2030. Rencana tersebut berawal dari keberhasilannya dalam mengelola musim Umrah terbesar, yang memungkinkan hampir 6,5 juta jamaah dari seluruh dunia melakukan ibadah di tanah suci.

Hubungan Saudi dan Afganistan juga baik dalam hal keamanan. Pemerintah Afghanistan bekerja sepenuhnya dengan KSA untuk memerangi terorisme dan memproyeksikan moderasi Islam.

Redaktur : Esthi Maharani
Reporter : Lida Puspaningtyas