Ini Tantangan Tim yang Menyiapkan Perumahan Haji Indonesia
Senin , 19 Februari 2018, 19:00 WIB

Republika/Ani Nursalikah
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Sebanyak 14 orang dalam tim perumahan haji dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI (Kemenag RI) sedang mempersiapkan akomodasi untuk jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Ada beberapa tantangan yang dihadapi tim agar bisa mendapatkan rumah pemondokan dan hotel yang lokasi dan kualitasnya bagus serta sesuai harganya, sambil bersaing dengan tim dari negara lain.

"Tantangannya, pertama, kita harus bisa menyiapkan hotel-hotel sesuai dengan standar yang ditentukan, standarnya hotel bintang tiga," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri dari Kemenag RI, Sri Ilham Lubis kepada Republika.co.id, Senin (19/2).

Sri menyampaikan, tantangan yang kedua, tim harus mencari rumah pemondokan dan hotel yang akses transportasinya mudah. Rumah pemondokan dan hotel di Madinah semuanya harus masuk dalam radius 650 meter atau 1.000 meter dari Masjid Nabawi.

photo

Hotel Al Jawharah, salah satu pemondokan haji Indonesia di Makkah (Ilustrasi)

Selain itu, tim juga harus mencari rumah pemondokan dan hotel untuk sekitar 210 ribu orang. Jumlah jamaah haji Indonesia juga termasuk yang terbanyak di dunia. Dalam proses mempersiapkan akomodasi, tim juga harus bisa bersaing dengan tim dari negara-negara lain. Karena negara lain juga pasti buru-buru memesan rumah yang ada di sana sebelum dipesan negara lain.

Baca Juga: Kemenag Mulai Cari Hotel dan Pemondokan untuk Jamaah Haji

Dikatakan Sri, negara lain juga takut tidak mendapat rumah pemondokan. Tentu hotel-hotel yang bagus juga menjadi incaran negara lain. "Jadi kita kejar-kejaran dengan negara lain dan juga bersaing harga, misalnya kita sudah dapat rumah yang diinginkan tapi karena harga tidak terjangkau maka akan sulit memperolehnya," ujarnya.

Maka, dibutuhkan keuletan tim saat mencari rumah pemondokan dan hotel. Juga dibutuhkan kemampuan negosiasi dengan berbagai macam cara agar rumah pemondokan yang diinginkan bisa turun harganya, sesuai dengan harga plafon.

"Jadi tantangannya itu, mencari rumah dalam jumlah yang besar, sesuai dengan standar yang ditetapkan, bersaing dengan negara lain untuk mendapat rumah secepatnya sebelum diambil negara lain," ujarnya.

Menurutnya, tim harus meningkatkan keahlian dan kemampuan dalam melakukan negosiasi dengan penyedia rumah pemondokan dan hotel di Arab Saudi. Supaya bisa mendapatkan tempat yang bagus dengan harga yang sesuai dengan plafon.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Fuji Eka Permana