Masjidil Haram Siapkan Kotak Penyimpanan Barang Jamaah
Sabtu , 17 February 2018, 18:17 WIB

EH Ismail
Masjidil Haram PadatPuluhan ribu jamaah haji dari berbagai negara memadati areal tawaf Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9). Menjelang wukuf, kondisi masjid terbesar di dunia ini semakin dipadati jamaah haji yang ingin beribadah di sana.foto: EH Ismail

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Pengunjung Masjidil Haram Makkah memuji fasilitas penyimpangan barang yang ada di luar masjid suci umat Islam tersebut. Mereka menyebutnya sangat bermanfaat.

Sebagian besar pengunjung meminta pihak berwenang untuk membangun lebih banyak fasilitas semacam itu di dalam kompleks masjid. Kotak penyimpanan aman itu bisa digunakan kapan saja.

Pengunjung dapat menitipkan barang-barang pribadi mereka ke dalam safe deposit box. Sehingga mereka bisa masuk ke dalam masjid dan fokus beribadah. Tanpa harus khawatir barang mereka bisa dicuri.

Dilansir Saudi Gazette, Pengawas safe deposit box di halaman Masjid Agung Masjidil Haram, Omar Hawsawi mengatakan bahwa Kepresidenan Masjidil Haram telah menyiapkan fasilitas safe deposit lain.

Letaknya di seberang Gerbang King Abdulaziz, di seberang Gerbang Raja Fahd, di seberang Hotel Intercontinental Dar Al-Tawheed, Distrik Al-Shebaikah, di seberang King Abdullah Gate dan Marwa District dekat Perpustakaan Al-Haramain.

Setiap fasilitas memiliki 320 kotak penyimpanan dengan ukuran berbeda. Harga kotak berbeda berdasarkan ukurannya. Harga mulai dari dua riyal per jam dan bisa mencapai tujuh riyal untuk kotak besar.

Semua barang pribadi akan berada di bawah pemindai keamanan. Agar memastikan bahwa mereka tidak memiliki cairan seperti madu atau minyak yang bisa menjadi buruk dengan cepat.

Setelah diperiksa, barang-barang itu bisa ditempatkan di kotak ukuran yang tepat dan terkunci. Setiap kotak diberi nomor. Saat kotak mati, selembar kertas dengan nomor kotak akan dicetak ke pengguna.

Kertas ini berisi informasi seperti tanggal dan waktu penggunaan kotak. Saat kertas dipindai disensor yang diletakkan di dalam kotak, maka kertas akan terbuka secara otomatis.

Pengunjung bisa menggunakan kotak itu paling lama lima jam. Jika seseorang meninggalkan barang-barangnya yang tidak diklaim selama lima hari, pejabat kepresidenan akan membuka kotak itu untuk memeriksa isinya.

Hal-hal berharga akan dijaga sampai pemilik sah mengklaimnya sementara hal-hal yang tidak penting akan dihancurkan.

Redaktur : Indira Rezkisari
Reporter : Lida Puspaningtyas