Abu Tours Minta Jamaah Tambah Biaya Pemberangkatan
Sabtu , 10 February 2018, 17:31 WIB

Twitter
Abu Tours Travel (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  MAKASSAR -- Pada masa batas akhir pemberangkatan jamaah, Ceo Abu Tours Muhammad Hamzah Mamba mengeluarkan maklumat berisikan penambahan biaya hingga Rp 15 juta perjamaah untuk bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Berdasarkan isi maklumat yang diterima, Sabtu (10/2), tertulis Abu Tours berkomitmen akan tetap melayani pemberangkatan jamaah umrah yang telah mempercayakan rencana umrahnya kepada Abu Tours.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya karena beberapa kondisi dan kebijakan terkait umrah sehingga mengakibatkan Abutours terpaksa melakukan penundaan atau perubahan jadwal pemberangkatan," tulis Hamzah.

Khusus terkait terbitnya kebijakan aturan Kementerian Agama melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus 2018 yang menetapkan harga standar minimal umrah Rp 20 juta dan penetapan pajak progresif lima persen oleh pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia. Hal ini menyebabkan jamaah yang telah membayar paket umrah promo di bawah harga standar Kemenag agar menambah biaya, plus biaya pajak progressif.

Untuk itu, bagi jamaah atau agen yang mengambil paket promo wajib menambah biaya paket umrah yakni dengan opsi khusus Makassar, Sulsel, yakni: pertama, menambah biaya paket Rp 6 juta dan mengajak dua jamaah baru dengan harga paket Rp 21 juta. Kedua, menambah biaya paket Rp 10 juta dan mengajak satu jamaah baru dengan harga paket Rp 21 juta.

"Ketiga, jika jamaah atau agen yang telah mendaftar dan tidak mengajak jamaah baru maka wajib membayar paket Rp 15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp 5 juta," sebut Hamzah.

Untuk pembayaran penambahan biaya, tidak dilakukan di Abu Tours. Namun, hal itu melalui rekening 'scorrd accord' bank mitra untuk menjamin keamanan dana jamaah dan kepastian pemberangkatan setelah penambahan biaya.

Bagi jamaah yang bersedia melakukan penambahan biaya dan mengajak jamaah baru akan langsung diberangkatkan dalam kurun waktu 4-7 hari setelah penambahan. Sedangkan jamaah yang tak bersedia menambah biaya sesuai standar Kemenag dan kebutuhan pajak KSA maka manajemen Abu Tours tetap berkomitmen untuk memberangkatkan umrah namun hingga kemampuan keuangan manajemen Abu Tours memungkinkan dilaksanakan.

Salah seorang jamaah Abutours Fatir Arsyad setelah mengetahui adanya maklumat tersebut beredar langsung memberikan respons negatif, bahwa ada yang salah pada biro perjalanan umrah itu. "Kenapa ditambah lagi, jangan sampai Abu Tours sudah bangkrut. Besarnya itu mau ditambah sampai Rp 15 juta, kalau dihitung semua biaya kita keluarkan sudah bisa kita daftar haji itu. Kalau disuruh cari lagi orang, wah ini sudah tidak benar," ucapnya.

Selain itu, dalam poin surat maklumat jamaah tidak diberikan pengembalian uang, lantas bagaimana dan kapan waktu berangkatnya tidak ada kejelasan. Kalau yang berkecukupan tidak masalah, bagaimana dengan jamaah lain.

Akibat tersebarnya maklumat itu, rencananya jamaah Abu Tours mendatangi perusahaan itu untuk meminta penjelasan secara rinci karena merasa tertipu dan sudah menunggu lama tetapi tidak diberangkatkan.

Sebelumnya, hasil pertemuan pihak Abu Tours bersama Komisi E DPRD Sulsel dan asosiasi biro perjalanan haji dan umroh, terkuak bahwa Abu Tours tidak terdaftar di asosiasi, bahkan saat itu pihak travel bersangkutan berjanji akan memberangkatan jamaah pada 10 Februari (hari ini) 2018, namun tidak terealisasi.

Berdasarkan data dari pihak travel jamaah yang belum diberangkatkan mencapai 16.467 orang. Pemilik travel ini, Muhammad Hamzah Mamba terancam usahanya ditutup dan dikenakan pidana penipuan dan penggelapan bila tidak melaksanakan kewajibannya

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : Antara