Abu Tours and Travel Enggan Berikan Pernyataan
Selasa , 16 Januari 2018, 20:25 WIB

Antara
Jamaah Umrah yang terlantar (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Salah satu kantor cabang Abu Tours and Travel di Mampang, Jakarta Selatan, enggan memberikan pernyataan terkait adanya dugaan kesulitan memberangkatkan calon jamaah umrah. Pasalnya, semua kebijakan diserahkan ke pusat (Makassar, Sulawesi Selatan).

Salah satu staf kantor cabang Abu Tours and Travel Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (16/1) beralasan, kewenangan pemberangkatan dan jadwal berada di bawah manajemen kantor pusat yang berada di Makassar. Pun disinggung adanya sejumlah calon jamaah yang ditunda keberangkatannya, ia juga enggan memberikan komentar.

Abu Tours and Travel Mampang mengaku, bironya mamatok harga perjalanan dari Rp 20 juta hingga Rp 28 juta. Harga itu membedakan sejumlah fasilitas yang diperoleh jamaah, seperti jarak hotel dan pesawat. Kantor cabang tersebut enggan memberi penjelasan lebih banyak dan mengarahkan pada kantor pusat. Mereka juga enggak mengatakan, kapan jadwal keberangkatan calon jamaah umrah dalam waktu dekat.

Republika.co.id mencoba menghubungi sejumlah kontak Abu Tours and Travel Makassar, tetapi tak ada tanggapan sama sekali. Direktur Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI Arfi Hatim mengatakan, ada 27 ribu calon jamaah dari Abu Tours and Travel yang tertahan berangkat.

"Hal itu merupakan imbas dari harga promo yang terlalu rendah dan tidak rasional sehingga Abu Tours kesulitan menutupi biaya," katanya.

Arfi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, Abu Tours menjual paket umrah dengan harga sekitar Rp 14 juta per keberangkatan tahun lalu. Ini sebelum Kemenag RI merencanakan regulasi batas minimal biaya umrah, yakni Rp 20 juta.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Umi Nur Fadhilah