Polres Solo Serahkan Paspor Milik Korban Penipuan Umrah
Jumat , 12 Januari 2018, 12:10 WIB

dok. Kemenag.go.id
Jamaah Umrah Terlantar di Bandara Jeddah. (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, SOLO, Kepolisian Resor Kota Surakarta menyerahkan belasan paspor milik jamaah yang menjadi korban penipuan Biro Umrah PT UHT di Mapolres Kota Surakarta, Selasa lalu (9/10.

Pada penyerahkan paspor milik jamaah korban penipuan biro uMRAH tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andhy Rifai disaksikan Kasat Reskrim Kompol Agus Puryadi.

Menurut Waka Polresta Surakarta AKBP Andhy Rifai, tercatat sebanyak 19 paspor yang diserahkan kepada pemiliknya langsung untuk dapat digunakan baik untuk umrah maupun haji di Tanah Suci dengan biro perjalanan lainnya.

"Pemilik paspor yang mendaftarkan umrah HT kantor cabang Surakarta semuanya ada 50 paspor, tetapi baru 19 yang diserahkan langsung kepada pemiliknya," kata Andhy Rifai.

Menurut dia, paspor yang diserahkan tersebut pemiliknya harus datang sendiri ke Mapolres dengan identitas yang sama. Sebenarnya ada 150 paspor yang ditemukan saat penggeladahan di kantor pusat Biro UHT di Bogor. Namun, tim penyidik setelah mengecek menemukan hanya 50 paspor milik korban yang mendaftarkan melalui biro umrah kantor cabang Solo.

Andhy berharap dengan diserahkannya paspor-paspor tersebut dapat dimanfaatkan pemiliknya untuk keperluan lain yang sempat tertunda karena paspor masih disimpan di Hannien Tour.

Menurut dia, penyerahan paspor tersebut dengan pertimbangan permintaan para korban yang akan bepergian ke luar negeri. Namun, mereka tidak dapat mengurusnya karena paspornya ditahan HT.

"Paspor ini, kami serahkan sementara, nantinya kalau dibutuhkan untuk keperluan penyelidikan akan diminta lagi," katanya.

Tim Penyidik Polres Kota Surakarta hingga kini masih menelusuri aset-aset milik Biro Umrah HT untuk mengungkap adanya tersangka baru terkait kasus penipuan dana hingga puluhan miliar rupiah.

Isnari Abdul Hasan (27) salah satu korban biro umrah HT asal Jebres Solo mengatakan dirinya telah mendaftarkan ke biro umrah tersebut pada Desember 2016 dengan nilai Rp 23 juta, dan akan diberangkatkan Pebruari 2017. Namun, pihak HT  hingga kini hanya mengumbar janji dan belum merealisasikan pemberangkatannya.

"Setelah menerima paspor ini, saya tetap akan berangkat umrah, tetapi dengan biro travel lainnya yang dipercaya. Saya tidak terlalu berharap uangnya bisa kembali, karena polisi belum menemukan aset-asetnya yang dimilik biro UHT," kata Isnari usai menerima paspornya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi pihaknya masih menelusuri aset milik Hannien Tour, ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Tim penyidik sedang mendalami dari hasil keterangan para tersangka yakni Direktur Utama UHT \, Farid Rosyidin (45), Direktur Keuangan Avianto Boedhy Satya (51), Direktur Operasional Arief R. (50) warga Bogor, dan Direktur Tehnik Ilham H (32) warga Solo untuk mengungkap keberadaan pihak yang diduga ikut terlibat kasus itu.

Pihaknya masih mencari tersangka baru karena tidak mungkin penipuan kasus biro umrah tersebut hanya melibatkan empat tersangka saja. Jumlah korban saja lebih dari 1.800 orang, dan bio UHT  juga memiliki 10 kantor cabang di seluruh Indonesia, dan kerugian korban mencapai sekitar Rp 37,8 miliar.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : antara