Iuran Dam Jamaah Haji Variatif, Ini Saran Pemerintah
Rabu , 16 Agustus 2017, 01:38 WIB

Nashih Republika
Kadaker Makkah, Nasrullah Jasam

IHRAM.CO.ID, MAKKAH— Iuran pembayaran dam yang dibayar sebagian jamaah haji besarannya variatif. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja (daker) Makkah meminta  sebagaiknya jamaah haji Indonesia membayar di tempat-tempat resmi sesuai dengan imbauan Arab Saudi.

Kepala PPIH Daker Makkah, Nasrullah Jasam mengatakan, imbauan muassah tersebut bertujuan meminimalisir aksi tipu-tipu dam oleh oknum yang mengincar jamaah tiap tahun. Para oknum kerap memanfaatkan ketidaktahuan jamaah tentang seluk beluk pembayaran dam. 

Dia mengingatkan jamaah agar tidak mudah tergiur dengan harga yang terlampau murah atau harga yang di atas standard. Sebagai contoh, jika ada yang menawarkan harga hewan dam sebesar 250 riyal, harga tersebut sangat tidak mungkin. Dia menyarankan jika ada pihak yang menawarkan jasa dam, hendaknya dipastikan tentang keamanahan yang bersangkutan. 

“Sepanjang pihak tersebut amanah dan dan bertanggungjawab, tidak masalah,” kata dia kepada di Makkah, Selasa (15/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah, Arab Saudi.  

Nasrullah mengakui memang tidak ada mekanisme resmi dari pemerintah Indonesia terkait pembayaran dam. Pihaknya juga sama sekali tidak memungut biaya dam. Pembayaran dam sepenuhnya dikembalikan ke jamaah karena ini masalah ritual personal. Pihaknya hanya terus mewanti-wanti agar berhati-hati dalam pembayaran dam.”Jangan sampai jamaah terzalimi,” kata dia. 

Dia telah menginstruksikan kepada ketua rombongan agar memberikan peringatan dan imbauan kepada jamaah terkait pembayaran dam. Hendaknya memilih tempat-tempat pembayaran dam yang resmi seperti Bank Ar Rajhi dan tempat-empat penyembelihan resmi.   

 

 

Redaktur : Nasih Nasrullah