Puncak Kedatangan Jamaah, Saudi Minta PPIH Antisipatif
Selasa , 15 Agu 2017, 22:01 WIB

Republika/Nashih Nashrullah
Otoritas Layanan Haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Hani Baagil

IHRAM.CO.ID, JEDDAH— Otoritas Urusan Layanan Haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Kementerian Haji Arab Saudi meminta PPIH Arab Saudi memperkuat sinergi dengan Kementerian Haji Saudi utamanya menghadapi puncak kedatangan jamaah yang akan berlangsung  tiga hari ke depan. 

Tidak hanya Indonesia, kata pejabat Otoritas Urusan Layanan Haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Hani Baaqil, jamaah dari berbagai negara pada hari itu akan tiba di Jeddah dalam waktu yang hampir bersamaan. “Jumlahnya pun bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” kata dia saat melakukan koordinasi dengan PPIH Daker Airport Jeddah, Selasa (14/8) seperti dilaporkan wartawan Republika, Nashih Nashrullah, dari Jeddah, Arab Saudi. 

Dia mengapresiasi proses layanan kedatangan jamaah haji Indonesia di bandara  Jeddah yang tetap berlangsung lancar. Meski Indonesia adalah negara dengan jamaah terbanyak, namun menurut Hani tetap taat aturan. “Setelah jamaah keluar dari pintu imigrasi ke plasa menuju bus waktu  idealnya sekitar 40 menit,” kata dia.        

Kepala Daerah Kerja Bandara (Daker) PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat menjelaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi kepadatan di bandara Jeddah sejak dari Tanah Air. Menurutnya, Ditjen Penyelanggaraan Haji dan Umrah telah membuat surat edaran bagi jamaah gelombang kedua untuk mandi ihram sejak di embarkasi.  

Selain itu, tim Daker Bandara juga membuat terobosan keberangkatan ke Makkah dalam beberapa hari ke depan. Jamaah  tidak lagi harus berangkat dengan rombongan busnya, tapi bisa digabung dengan rombongan bus lain yang masih dalam satu kloter.

 

Terobosan ini didukung kesigapan petugas yang terus memberikan pemahaman dan arahan kepada jamaah agar proses layanan kedatangan di bandara berjalan lancar dan cepat.

Selama di bandara, jamaah haji akan melewati proses pengecekan imigrasi dan beacukai. Adapun tas dan paspor jamaah akan diurus oleh maktab wukala. 

Usai persiapan umrah, jamaah menuju bus yang telah disiapkan  pihak Naqabah, lembaga swasta penyediaan transportasi bus antara kota. Bus ini oleh PPIH Arab Saudi telah dilakukan upgrading sehingga kualitasnya busnya dipastikan nyaman dan aman. “Terakhir, saat memasuki perbatasan kota Makkah, Muasasah Asia Tenggara akan melakukan pengecekan dokumen jamaah,” kata dia.

 

Redaktur : Nasih Nasrullah