Saudi Tegaskan Lagi Tolak Upaya Menginternasionalisasi Haji
Selasa , 08 Agustus 2017, 10:49 WIB

arabnews
Gubernur Makkah, Pangeran Khaled Al Faisal (kiri depan)

IHRAM.CO.ID, JEDDAH: Arab Saudi menolak semua upaya untuk mempolitisir dan menginternasionalisasi haji. Pernyataan ini sebagai tanggapan atas upaya Qatar untuk mengurangi peran Saudi dalam urusan haji.

Pangeran Khaled Al-Faisal, ketua Komite Haji Pusat yang juga penasihat Raja Salman dan Gubernur Wilayah Makkah, mengatakan hal tersebut saat peresmian kampanye "Haji adalah Ibadah dan Beradab". "Haji adalah pesan damai," katanya, seperti dilansir Arab News, Senin (7/8).

Dalam kampanye oleh Qatar untuk mengurangi peran Kerajaan dalam memberikan layanan kepada peziarah, Pangeran Khaled menegaskan, bahwa tidak boleh ada politisasi ziarah. Dia mengatakan, bahwa kepemimpinan Arab Saudi, pemerintah dan rakyat sangat ingin menyediakan segalanya untuk melayani para peziarah haji, sehingga mereka melakukan ziarah dengan mudah.

Karena itu, dia mendesak, semua peziarah untuk diberi pemahaman tentang etika Islam yang bisa menjadi model peradaban Muslim. "Kampanye sejak awal telah mencapai prestasi dan keberhasilan yang besar. Termasuk pengurangan tingkat pelanggar hingga lima persen selama musim haji dibandingkan dengan sembilan persen di tahun sebelumnya," katanya.

"Ada banyak keraguan, tapi pelajarannya ada pada hasil dan prestasinya. Peraturannya akan diterapkan dengan tegas dan dengan etika Islam."

Pangeran Khaled mengungkapkan, bahwa Otoritas Pembangunan Daerah Makkah juga telah menerapkan proyek senilai SR 300 juta tahun ini untuk memperbaiki layanan haji dan mengembangkannya di musim sekarang. Otoritas dan Kementerian Haji dan Umrah akan melaksanakan sebuah proyek besar di tempat-tempat suci yang akan diumumkan pada waktunya. "Semua sektor memiliki prestasi di musim ziarah," katanya.

Kampanye tersebut, yang diluncurkan oleh emirat Makkah pada 2008, terus menyebarkan pesan perdamaian haji. Ini akan bekerja untuk mengonsolidasikan tujuan akhir membawa jutaan orang bersama-sama untuk melakukan pilar Islam berdasarkan perdamaian dan spiritualitas.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendidik para peziarah agar mematuhi undang-undang dan peraturan publik, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ziarah yang aman dan damai. Kampanye tersebut menargetkan warga, warga, organisasi Tawafa, perusahaan haji, sektor transportasi, dan media.

Redaktur : Agus Yulianto
Sumber : arabnews.com