Ramadhan di Tanah Suci, Jamaah: Suasananya Nikmat
Sabtu , 17 June 2017, 13:55 WIB

Republika/Amin Madani
Jamaah Indonesia di masjid Nabawi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan di tanah suci membawa kenikmatan tersendiri dalam beribadah. Suasana masjid selalu penuh dan padat apalagi saat ashar hingga menjelang malam.

Hal ini disampaikan oleh seorang jamaah umrah, Ihsan Ilfa yang baru saja pulang dari tanah suci. "Suasananya sangat nikmat, masjid di sana selalu penuh," kata dia pada Republika.co.id, Sabtu (17/6).

Ketua umrah konsorsium dari Asphurindo ini mengatakan, saking padatnya, terkadang hanya sejumlah orang yang diperkenankan masuk di jalur utama. Seperti mu'tamirin atau yang berbeda umrah. Mereka biasanya yang mau melaksanakan thawaf dan sa'i.

Ihsan mengatakan, biasanya pagi sampai siang masih cukup kosong, tapi setelah ashar sampai subuh dipastikan selalu penuh. Masjid juga penuh di jam-jam shalat. Seperti Subuh sekitar pukul empat pagi, Magrib pukul 19.00, Isya pukul 21.00 dilanjutkan tarawih 23 rakaat. "Tawarih dengan dua rakaat dan diakhiri witir dengan rakaat terakhir qunut atau doa yang syahdu dari imam," katanya.

Bacaannya selalu tartil dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Jamaah sahur sejak pukul 02.00 hingga pukul 04.00. Karena sedang musim panas, waktu puasa lebih panjang dan suhu udara bisa mencapai 45 derajat.

Ihsan menambahkan, sebagian besar jamaah umroh Indonesia biasanya langsung ke masjid setelah sahur. Mereka di sana sampai siang baru kembali ke hotel untuk istirahat.

Ashar sampai tarawih jamaah langsung pergi lagi ke masjid untuk ibadah. Bahkan kebanyakan jamaah hanya berbuka dengan kurma. "Karena jika makan nasi ke hotel pas buka puasa, dipastikan tidak akan bisa masuk lagi masjid karena penuh," kata Ihsan.

Suasana Ramadhan di tanah suci memang sangat diimpikan setiap Muslim. Mereka bisa merasakan langsung nikmatnya beribadah dan merasa lebih dekat dengan Allah SWT. 

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Lida Puspaningtyas
Sumber : Center