Petugas Haji Harus Ubah Pola Pikir untuk Layani Jamaah
Selasa , 09 Jun 2015, 09:47 WIB

Republika/Yogi Ardhi
Petugas Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mengubah cara berpikir ketika ditugaskan ke Arab Saudi. Petugas harus mengutamakan pelayanan daripada ibadah umrah dan haji.

"Petugas harus punya mindset beribadah untuk bertugas, bukan bertugas untuk beribadah," kata Ketua Panitia Pembekalan Petugas PPIH Arab Saudi 1436H/2015M Khoirizi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (9/11).

Khoirizi menyatakan, setiap Muslim yang berangkat ke tanah suci akan selalu berpikir untuk beribadah. Namun, petugas tidak bisa mengutamakan itu karena ada jamaah yang harus dilayani.

Apalagi, permasalahan penyelenggara haji selalu berbeda setiap tahun. Layanan juga selalu berubah. "Cuaca berbeda, layanan berbeda. Tahun lalu tidak ada layanan makan siang di Makkah. Tahun ini ada makan siang selama 15 hari," kata Khoirizi.

Perbedaan layanan dan permasalahan yang kompleks itu yang akan dihadapi oleh petugas. "Kalau petugasnya berpikir ibadah maka akan merepotkan," kata Khoirizi.

Khorizi menambahkan alasan itu pula yang membuat pemerintah memilih lebih banyak petugas berpengalaman. "Tapi kan tidak mungkin semua, maka komposisinya 60 persen sudah berpengalaman dan 40 persen belum berpengalaman," ujar dia.

Khoirizi juga menekankan pentingnya pembekalan petugas untuk mengubah cara berpikir tersebut. Pembekalan sepuluh hari sebenarnya tidak cukup memberi gambaran kondisi yang akan dihadapi oleh petugas di Arab Saudi.

"Pembekalan ini penting, kita bukan leha-leha. Output yang dihasilkan adalah komitmen untuk melayani," kata Khoirizi.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Ratna Puspita

BERITA LAINNYA