Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Mengenal Industri Kertas Masa Abbasiyah

Jumat 28 Dec 2018 14:27 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

 Kota Baghdad, pusat Daulah Abbasiyah.

Kota Baghdad, pusat Daulah Abbasiyah.

Foto: sott.net
Industri tersebut menjadi cermin kemajuaan peradaban Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dinasti Abbasiyah tercatat sebagai kekhalifahan yang menorehkan tinta emas peradaban Islam. Pada abad kedelapan hingga abad ke- 12, ilmu pengetahuan dan peradaban Islam berkembang dengan pesat dan mencapai masa puncak.

Peralihan kekuasaan dari Dinasti Umayah ke Dinasti Abbasiyah merupakan peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa ini, terjadi titik balik roda peradaban Islam di dunia.

Khalifah pada masa Bani Abbasiyah kala itu secara terbuka memelopori perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka mendatangkan naskah-naskah kuno dari berbagai pusat peradaban sebelumnya untuk diterjemahkan, diadaptasi, dan diterapkan dalam dunia Islam. Banyak ulama yang menjadi ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan, baik agama maupun nonilmu pengetahuan.

Berkembangnya peradaban masa ini didukung oleh kemajuan ekonomi imperium yang menjadi penghubung dunia timur dan barat. Stabilitas politik yang relatif baik juga memberikan kontribusi dalam kemajuan peradaban Islam pada dinasti itu.

Dibangunnya Kota Baghdad sebagai salah satu cara mendukung perkembangan sains dan kemajuan peradaban. Kota ini kemudian menjadi pusat dan kiblat peradaban dunia. Pembangunan infratruktur lainnya yang mendukung peradaban Islam adalah hadirnya perpustakaan-perpustakaan yang menjadi pusat ilmu dan diskusi ilmu pengetahuan. Salah satu perpustakaan yang terkenal disebut Baitul Hikmah.

Di perpustakaan ini pemimpin Dinasti Abbasiyah, al-Makmun, mengumpulkan berbagai ilmu pengetahuan selain berbahasa Arab untuk diterjemahkan. Filsuf besar Islam, al-Kindi, lahir di zaman ini. Pada era Khalifah Harun al-Rasyid dibangun industri kertas.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA