Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Sensasi Wisata Malam di Kapal Pesiar Turki

Jumat 11 Jan 2019 18:29 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nur Aini

Kapal pesiar/ilustrasi

Kapal pesiar/ilustrasi

Foto: AP
Tur kapal pesiar pada malam hari dilakukan selama tiga jam.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL --- Wisata malam dengan menggunakan kapal pesiar Bosphorus Istanbul tengah menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara di Turki. Kapal pesiar legendaris ini tengah menjadi wisata favorit khususnya bagi turis Arab seperti dari Palestina, Bahrain, dan Kuwait.

Kapal pesiar berangkat dari dermaga Kabatas setiap harinya. Begitu masuk pintu kapal pesiar, wisatawan akan langsung dihibur. Para penyanyi dari negara-negara Arab khususnya Suriah langsung naik ke panggung untuk menghibur. Lagu Arab yang tengah populer serta tarian rakyat dan drama disuguhkan bagi para wisatawan dalam tur tiga jam tersebut.

Acara akan diakhiri dengan drama yang menceritakan tentang persahabatan Turki-Arab, konflik di Timur Tengah, penderitaan dan air mata, hingga keinginan umat Islam untuk menjalani kehidupan dalam damai.

Kapal pesiar yang menyajikan berbagai masakan Arab seta minuman-minuman non-alkohol itu biasanya berangkat pada pukul 9 malam waktu setempat.

“Kami telah melayani turis Arab selama empat tahun. Tahun ini, minat perjalanan kapal telah meningkat secara signifikan, jadi kami berharap memiliki musim yang lebih baik tahun depan,” tutur Murat Celen, seorang kapten di Bosphorus selama delapan tahun seperti dilansir Anadolu Agency pada Jumat (11/1). 

Seorang pengungsi Suriah di Turki, Muhammad Rifai menjadi penari dalam tur kapal pesiar itu. Ia mengungkapkan sudah terbiasa menari.

“Saya biasa melakukannya di upacara dan  ernikahan di Damaskus, seperti dengan  hiburan di atas kapal. Unta dan tokoh sinterklas di geladak menarik perhatian. Kami menggunakan unta di Arab, dan kami menempatkan sosok Sinterklas untuk para tamu Kristen untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara Muslim dan orang Kristen,” katanya.

Sementara itu, Muhammed Abdo yang juga pengungsi Suriah lainnya di Turki menjadi seorang penyanyi di kapal wisata tersebut. Dia menyanyikan lagu-lagu Arab dan Turki sekaligus berprofesi sebagai pelayan di atas kapal.

“Penghasilannya tak banyak tapi bisa memenuhi kebutuhan saya. Turki tak hanya membantu Suriah tapi juga Palestina, Irak dan lainnya di mana pun,” kata Abdo yang menyampaikan rasa terimakasihnya kepada rakyat Turki dan Pemerintah Turki telah diterima di negara itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA