Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Turki Tuding Saudi tak Transparan Soal Khashoggi

Jumat 08 Feb 2019 19:24 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi.

Foto: AP
Turki meminta otoritas Saudi harus mengekstradisi pembunuh Kashoggi ke Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Pemerintah Turki kembali menuding tidak ada transparansi dari Arab Saudi terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. 

Direktur Komunikasi Presiden Erdogan, Fahrettin Altun, mengatakan pejabat Saudi tidak segera memberikan kepastian pada kasus pembunuhan tersebut.  

"Selama empat bulan terakhir, pihak berwenang Saudi kurang terbuka dengan Turki, dan masyarakat internasional," ujar Altun, dilansir Reuters, Jumat (8/2). 

Altun mengatakan, otoritas Saudi harus mengekstradisi pembunuh Kashoggi ke Turki. Hal ini sebagai bukti kesediaan Saudi untuk memenuhi keadilan.   

Altun menambahkan, temuan hasil penyelidikan Turki sejalan dengan temuan dari penyidik Amerika Serikat (AS). 

Dia menegaskan, Pemerintah Turki berkomitmen untuk bekerja sama dengan AS dalam menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi.  

Saudi telah menolak permintaan ekstradisi ke Turki untuk 11 tersangka pembunuhan Khashoggi. Adapun lima tersangka di antaranya menghadapi hukuman mati di Saudi. 

Sebelumnya, berdasarkan hasil penyelidikan yang dipimpin oleg PBB menunjukkan adanya bukti kejahatan berencana oleh pejabat Saudi. 

Hasil penyelidikan juga menyebutkan, para pejabat Saudi secara sengaja menunda penyelidikan oleh otoritas Turki.  

Presiden Turki Tayyib Erdogan mengatakan, pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh kepemimpinan tertinggi Saudi. Namun, pemerintah Saudi menolak tuduhan bahwa sang putra mahkota terlibat dalam pembunuhan tersebut. 

"Dunia sedang mengawasi kasus ini. Turki bersama dengan negara yang percaya pada demokrasi dan kebebasan, mencari keadilan dan kebenaran," kata Erdogan. 

Khashoggi, kontributor The Washington Post, dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Setelah memberikan bermacam penjelasan yang bertolak-belakang, Riyadh akhirnya mengakui Khashoggi terbunuh di dalam gedung Konsulat, dan menyalahkan peristiwa itu pada penafsiran operasi yang gagal. 

Turki telah mengupayakan pengekstradisian warga negara Arab Saudi yang terlibat dalam pembunuhan tersebut serta pertanggungjawaban penuh mengenai pembunuhan itu dari Riyadh. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES