Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Turki Minta AS Serahkan Pangkalan Militer di Suriah

Selasa 08 Jan 2019 18:10 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Sejumlah tank Turki ditempatkan dekat perbatasan Suriah di Karkamis, Turki, Rabu, 24 Agustus 2016. Militer Turki melancarkan serangan sebelum fajar Rabu untuk membersihkan kota perbatasan Suriah dari ISIS.

Sejumlah tank Turki ditempatkan dekat perbatasan Suriah di Karkamis, Turki, Rabu, 24 Agustus 2016. Militer Turki melancarkan serangan sebelum fajar Rabu untuk membersihkan kota perbatasan Suriah dari ISIS.

Foto: AP Photo
Turki mengancam akan menghancurkan pangkalan militer AS.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki akan meminta AS untuk menyerahkan pangkalan militernya di Suriah  atau Ankara akan menghancurkannya. Permintaan yang dilaporkan oleh surat kabar Hurriyet itu dinilai dapat semakin memperumit diskusi mengenai penarikan pasukan AS dari Suriah.

"Berikan atau hancurkan," tulis sebuah judul artikel di surat kabar Hurriyet, merujuk pada 22 pangkalan militer AS di Suriah. Mereka mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan identitasnya dan mengatakan Turki tidak akan menerima jika Washington menyerahkan pangkalan itu ke milisi Kurdi People's Protection Units (YPG).

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton bertemu dengan penasihat presiden Turki Ibrahim Kalin pada Selasa (8/1). Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah Bolton menambahkan syarat kepada Turki terkait penarikan pasukan AS.

Bolton mengatakan, Turki harus setuju untuk melindungi sekutu AS, milisi YPG, yang dianggap oleh Ankara sebagai kelompok teroris. YPG telah menjadi sekutu utama AS dalam melawan ISIS, yang menyebabkan ketegangan antara Washington dan Ankara.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bulan lalu, dia akan menarik 2.000 tentara AS di Suriah. Ia mengklaim, AS telah berhasil menjalankan misi untuk mengalahkan ISIS.

Langkahnya yang tiba-tiba itu memicu kekhawatiran di antara para pejabat di Washington dan sekutu AS di luar negeri. Keputusan itu juga mendorong Menteri Pertahanan AS Jim Mattis untuk mengundurkan diri.

Seorang pejabat keamanan senior Turki mengatakan kepada Reuters pekan lalu, Washington perlu mengizinkan Turki untuk menggunakan pangkalannya di Suriah. Dengan adanya ketegangan ini, belum jelas apakah Bolton akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pada Senin (7/1), Erdogan memperingatkan penarikan pasukan AS harus direncanakan dengan hati-hati dan dengan mitra yang tepat. Ia mengatakan hanya Turki yang memiliki kekuatan dan komitmen untuk melakukan tugas itu.

Dalam sebuah artikel di New York Times, Erdogan mengatakan Turki berkomitmen untuk mengalahkan ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES