Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Qatar Usulkan Pembangunan Bandara di Gaza

Selasa 11 Dec 2018 15:29 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang anak kecil berjalan di antara reruntuhan bangunan di Jalur Gaza yang dihantam roket militer Israel.

Seorang anak kecil berjalan di antara reruntuhan bangunan di Jalur Gaza yang dihantam roket militer Israel.

Foto: AP Photo
Israel khawatir akan masalah keamanan di Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Seorang utusan Qatar yang mengawasi bantuan kemanusiaan negara Teluk ke Jalur Gaza pada Senin (10/12) mengusulkan pembangunan sebuah bandara di Gaza. Namun usulan ini tidak mendapat tanggapan dari Israel.

Seperti dilansir Aljazirah, Selasa (11/12), dalam koordinasi dengan Israel dan PBB, Qatar telah menyumbangkan ratusan juta dolar untuk berbagai proyek Gaza sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan dan mencegah eskalasi kekerasan.

"Mereka [Israel] mengatakan akan dibicarakan dan mereka menunda. Kami akan memperbarui permintaan kami," kata Duta Besar Qatar Mohammed al-Emadi kepada kantor berita yang bermarkas di Gaza, SAWA.

Baca juga, Bertahan Hidup di Jalur Gaza.

Ia mengatakan, Israel khawatir akan masalah keamanan. Namun Qatar meyakini bahwa  pesawat akan terbang ke Doha dan kembali ke Gaza dari Qatar. Penerbangan juga akan dilakukan di bawah pengawasan keamanan Qatar.

Menurur al-Elmadi, Israel belum menanggapi permintaan itu. Namun Israel mengusulkan agar bandara tersebut dibangun di sisi perbatasan - sebuah ide yang ditolak oleh Qatar.

Cogat, agen pemerintah Israel yang telah berkoordinasi dengan Qatar dalam upaya bantuan Gaza, menolak berkomentar mengenai pernyataan al-Emadi.

Pada 1998, Palestina mendapatkan bandara internasional pertama mereka sebagai hasil perjanjian damai bersejarah dengan Israel. Tetapi Israel menghancurkan antena radar dan landasan pacu setahun setelah gelombang kerusuhan yang dikenal Intifadah Al-Aqsa kedua.

Israel menarik para pemukim dan tentaranya dari Gaza pada 2005, tetapi negara itu mempertahankan kontrol ketat atas perbatasan darat, udara dan laut Gaza. Mesir mengontrol akses dari selatan.

Israel mengatakan, blokade itu untuk menghentikan senjata memasuki Jalur Gaza dan mengisolasi Hamas yang telah mengendalikan dua juta penduduk Gaza sejak 2007.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA